TERNATE — Ratusan warga Kelurahan Takome, Ternate Barat, menyaksikan langsung prosesi peletakan batu pertama Masjid Nurul Fasyah yang dipimpin Sultan Ternate Hidayatullah Sjah. Ritual adat Kesultanan Ternate mengiringi awal pembangunan rumah ibadah tersebut, Jumat (7/8/2026).
Masjid lama dinilai sudah tidak layak karena berusia tua dan posisinya lebih rendah dari badan jalan. Letaknya yang berdekatan dengan bibir pantai membuat bangunan rentan terkikis abrasi air laut.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Fasyah, Sawal Abaici, menjelaskan masjid baru akan dibangun di lahan seluas 45 x 50 meter dengan luas bangunan utama direncanakan 20 x 20 meter. Ketinggian bangunan sengaja dinaikkan agar sejajar dengan permukaan jalan.
"Masjid ini tidak bisa dibangun tanpa masyarakat. Karena itu peletakan batu pertama dilakukan bersama-sama. Harapan kami, pembangunan masjid ini dapat segera selesai agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kelurahan Takome," ujar Sawal.
Sebelum peletakan batu pertama, rangkaian adat dimulai dengan gogoro, yaitu penyampaian undangan dari masyarakat kepada Jou Kolano melalui Fanyira Takome, Wakil Imam, dan Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM). Prosesi dilanjutkan dengan ritual Sihotu Mari yang dipimpin Himo-himo atau para orang tua bersama badan syara Masjid Nurul Fasyah.
Dalam tradisi Ternate, Sihotu Mari merepresentasikan Au Raha, empat unsur dasar kehidupan yakni api, air, tanah, dan angin. Pembacaan tahlil turut mengisi prosesi yang diikuti bobato dunia, bobato akhirat, serta masyarakat Takome sebagai doa bersama.
Jou Kolano kemudian memimpin peletakan batu pertama di empat sudut bangunan dan empat tiang utama atau tiang Ka'bah. Prosesi ini melibatkan Imam Kelurahan Takome, Himo-himo Takome, dan para haji, memadukan adat dan syariat dalam pembangunan rumah ibadah.
Sawal menegaskan pembangunan masjid ini murni dari swadaya masyarakat, mulai dari persiapan hingga peletakan batu pertama. Panitia belum menetapkan target penyelesaian karena proses pengerjaan bergantung pada kemampuan dan gotong royong warga.
"Pembangunan ini murni swadaya masyarakat, mulai dari persiapan hingga peletakan batu pertama. Karena itu kami belum bisa memastikan kapan pembangunan akan selesai," ungkapnya.
Panitia juga berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate. Sejumlah sumbangan mulai berdatangan untuk mendukung kelancaran pembangunan masjid.
"Alhamdulillah sudah ada sumbangan yang diberikan untuk pembangunan masjid ini. Atas bantuan tersebut masyarakat Takome menyampaikan terima kasih," katanya.
Selama proses pembangunan berlangsung, aktivitas salat lima waktu dan salat Jumat sementara dipusatkan di Musala RT 02 Kelurahan Takome.