Kebakaran TPA Buku Deru-Deru Ternate Padam 100 Persen, Pemkot Beralih ke Sanitary Landfill

Penulis: Yasir  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 14:31:01 WIB
Petugas gabungan melakukan penyisiran di area TPA Buku Deru-Deru, Ternate, untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

TERNATE — Ketua Posko Tanggap Darurat Kebakaran TPA Buku Deru-Deru, Rizal Marsaoly, memastikan seluruh titik api di permukaan telah dipadamkan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi tim gabungan hingga Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 18.00 WIT. Kepastian itu disampaikan Rizal usai memimpin rapat evaluasi penanganan kebakaran di kantor Bappelitbangda Kota Ternate, Jumat, 23 Oktober 2026.

Meski api di permukaan sudah mati, tim gabungan belum menarik seluruh personel dari lokasi. Penyisiran masih berlangsung di area terdampak seluas 11,7 hektare dari total kawasan TPA yang mencapai lebih dari 31 hektare.

Gas Metana Jadi Alasan Penyisiran Belum Dihentikan

Rizal menjelaskan, penyisiran difokuskan pada celah dan lubang di timbunan sampah yang berpotensi memunculkan kembali api. Menurut dia, kandungan gas metana di area tersebut membutuhkan penanganan khusus dan tidak bisa diselesaikan dengan pemadaman biasa.

"Tim masih tetap melakukan penyisiran terhadap ruang atau celah yang berpotensi mengeluarkan api. Karena di sana ada gas metana dan membutuhkan penanganan khusus," ungkap Rizal.

Masa tanggap darurat sendiri sebelumnya berlangsung 14 hari, lalu diperpanjang tujuh hari terhitung 17 hingga 23 Oktober 2026. Tim gabungan dijadwalkan menggelar apel bersama pada Jumat sore sebagai penanda berakhirnya status tersebut.

Rehabilitasi Dimulai, Open Dumping Ditinggalkan

Setelah status tanggap darurat dicabut, Pemkot Ternate memfokuskan penanganan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan terdampak. Langkah itu disebut sebagai bagian dari keberlanjutan pascapencabutan status darurat.

"Langkah selanjutnya, kita akan fokus pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi atau membangun, dalam rangka keberlanjutan pascapencabutan status tanggap darurat," tegas Rizal.

Rapat evaluasi melibatkan BPBD, Dinas PUPR, DLH, Dinas Perkim, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, Camat Pulau Ternate, serta Lurah Sulamadaha dan Lurah Takome. Hadir pula Polres Ternate, Kodim 1501/Ternate, Basarnas, BPBPK Wilayah Maluku Utara, Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, dan BAZNAS Kota Ternate.

Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill

Pembenahan tata kelola sampah menjadi bagian lain yang disiapkan pemkot. Rizal menyebut pengelolaan sampah di TPA Buku Deru-Deru selama ini memakai metode open dumping atau pembuangan terbuka, dan akan dialihkan ke sanitary landfill.

"Karena selama ini pengelolaan sampah di TPA menggunakan open dumping. Jadi akan kita ubah ke metode sanitary landfill," pungkasnya.

Balai Cipta Karya dan satuan kerja terkait akan bersinergi dengan Pemkot Ternate mendukung perubahan sistem tersebut. Dengan pengelolaan yang lebih terencana, pemerintah berharap risiko kebakaran berulang dapat ditekan dan dampak lingkungan bagi warga di sekitar TPA bisa diminimalkan.

Reporter: Yasir
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top