Pencarian

Gubernur Sulsel Ajak Kurangi Kegiatan Seremonial Selama Ramadan 2026

Senin, 19 Januari 2026 • 14:20:00 WIB
Gubernur Sulsel Ajak Kurangi Kegiatan Seremonial Selama Ramadan 2026
Gubernur Sulsel Ajak Kurangi Kegiatan Seremonial Selama Ramadan 2026

JAKARTA - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengeluarkan imbauan khusus menjelang bulan Ramadan 2026. 

Fokus utama imbauan ini adalah mengurangi kegiatan seremonial di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana bulan suci yang lebih khusyuk dan memprioritaskan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Melalui surat resmi yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sulsel, Andi Sudirman menekankan bahwa peringatan hari jadi kabupaten/kota atau event daerah lainnya yang biasanya mengundang pejabat provinsi bisa dijadwal ulang. 

Pelaksanaan kegiatan ini disarankan dilakukan setelah Ramadan, yakni pada April 2026.

Prioritaskan Ibadah dan Pelayanan Publik

Gubernur menegaskan pentingnya menjaga efektivitas penyelenggaraan pemerintahan selama bulan puasa. Ia mendorong agar kegiatan seremonial tidak mengganggu fokus ibadah maupun pelayanan publik. 

Bila tetap dilaksanakan, kegiatan hendaknya bersifat internal, terbatas di masing-masing daerah, dan tidak mengganggu kesibukan masyarakat maupun pemerintah setempat.

Andi Sudirman menyebutkan, "Ramadan adalah bulan ibadah dan kepedulian sosial. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat empati dan berbagi kepada fakir miskin, anak yatim piatu, serta warga yang kurang mampu."

Pernyataan ini menjadi dasar bagi seluruh perangkat daerah dalam menata agenda kegiatan selama bulan suci.

Buka Puasa Bersama dengan Fokus Sosial

Selain mengurangi kegiatan seremonial, gubernur juga mendorong agar agenda buka puasa bersama lebih diarahkan pada kepedulian sosial. Pemerintah kabupaten/kota diimbau melibatkan fakir miskin, anak yatim piatu, dan warga kurang mampu sebagai peserta utama. 

Pendekatan ini bertujuan menghadirkan suasana kebersamaan yang nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kegiatan buka puasa bersama diharapkan bukan sekadar formalitas atau ajang seremonial, tetapi menjadi wahana berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial antarwarga. Model ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sektor swasta, BUMN, dan BUMD di Sulawesi Selatan.

Sektor Swasta dan Mitra Kerja Dilibatkan

Gubernur menekankan agar perusahaan, rekanan, dan mitra kerja turut melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dengan melibatkan masyarakat sekitar. Langkah ini sejalan dengan semangat Ramadan yang menekankan kebersamaan dan keberkahan.

Andi Sudirman menegaskan bahwa kegiatan yang mengutamakan manfaat langsung untuk masyarakat akan lebih bermakna daripada acara seremonial yang sifatnya simbolis. 

Dengan melibatkan warga setempat, baik dari kalangan kurang mampu maupun komunitas lokal, kegiatan akan terasa lebih inklusif dan berdampak positif.

Kurangi Intensitas Kegiatan Pejabat

Selain fokus pada masyarakat, imbauan gubernur juga menyasar pejabat yang saling mengundang dalam berbagai acara. Intensitas pertemuan dan kegiatan yang bersifat formal di bulan puasa disarankan dikurangi. 

Tujuannya adalah mengalihkan energi dan sumber daya untuk program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan pengaturan ini, diharapkan pejabat daerah dapat memprioritaskan program sosial, pelayanan publik, dan kegiatan yang memperkuat kepedulian selama Ramadan. Hal ini juga mencerminkan pengelolaan waktu dan sumber daya yang lebih efektif di bulan suci.

Semangat Ramadan untuk Kebersamaan dan Keberkahan

Andi Sudirman menutup imbauannya dengan menekankan nilai-nilai utama Ramadan: kebersamaan, kepedulian, dan keberkahan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

"Semangat Ramadan adalah kebersamaan dan keberkahan. Mari kita hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan," ujarnya. 

Pernyataan ini menjadi pesan penting agar bulan suci menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial dan memprioritaskan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Langkah Praktis Kabupaten dan Kota

Untuk implementasinya, bupati dan wali kota di seluruh Sulsel diminta meninjau kembali agenda seremonial dan menyesuaikannya dengan imbauan gubernur. Langkah ini termasuk menunda perayaan hari jadi, rapat formal, atau event resmi yang melibatkan pejabat provinsi.

Sementara itu, kegiatan sosial, seperti buka puasa bersama untuk masyarakat kurang mampu, distribusi paket sembako, atau program kepedulian lainnya diharapkan tetap berlangsung. Dengan cara ini, agenda daerah tetap produktif namun sejalan dengan nilai-nilai Ramadan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks