SOFIFI — Kunjungan Kajati Maluku Utara, Sufari, ke Halmahera Timur bukan sekadar seremoni. Di hadapan Bupati Ubaid Yakub dan jajaran Forkopimda, ia justru memuji kinerja pemerintah daerah yang dinilainya sudah berjalan di jalur yang benar. Tak banyak arahan yang ia berikan.
Lompatan Jaga Desa: Dari Nol ke Peringkat Dua Nasional
Sufari mengungkapkan, sekitar sebulan lalu persentase implementasi aplikasi Jaga Desa di Maluku Utara masih nol persen. Kini, Halmahera Timur berhasil mendorong provinsi ke peringkat dua nasional. "Ini bukti keseriusan pemda dalam membangun tata kelola desa yang baik dan transparan," ujarnya.
Program Jaga Desa merupakan sistem pengawasan berbasis digital yang memantau penggunaan dana desa. Capaian ini menjadi perhatian serius karena menyangkut akuntabilitas keuangan negara di tingkat kampung.
Film Pendek dari Tewil: Edukasi Dana Desa yang Masuk Nominasi Nasional
Selain Jaga Desa, Sufari juga menyoroti film pendek berjudul "Sebelum Tanda Tangan" yang dibuat oleh Desa Tewil. Video berdurasi kurang dari satu menit itu berhasil masuk nominasi tingkat nasional. Pesannya sederhana tapi kuat: kepala desa wajib menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) sesuai prosedur.
"Walaupun videonya tidak sampai satu menit, maknanya luar biasa. Itu menunjukkan Halmahera Timur sangat hati-hati dalam menggunakan uang negara," kata Sufari. Ia bahkan menambahkan, kehati-hatian di tingkat desa mencerminkan komitmen yang sama di tingkat pemerintah daerah. "Kepala desa saja begitu hati-hati, apalagi bupatinya, pasti 10 kali lebih hati-hati."
Bupati: Kunjungan Ini Energi Baru untuk Pembangunan
Bupati Halmahera Timur, Drs. H. Ubaid Yakub, menyambut hangat kedatangan Kajati beserta jajaran asisten. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai kehormatan sekaligus suntikan semangat bagi jajarannya. "Kami memaknai kunjungan ini sebagai energi untuk terus berkiprah demi kemaslahatan masyarakat," ucapnya.
Ubaid berharap silaturahmi ini tidak berhenti di kunjungan pertama. Ia ingin Kajati kembali memberikan wejangan demi percepatan pembangunan di wilayahnya. Sufari sendiri mengakui bahwa dua capaian itu—Jaga Desa dan film pendek—sudah cukup membuktikan keseriusan daerah. Bahkan, Presiden disebut telah menyampaikan terima kasih karena program ini dinilai menjalankan Asta Cita dengan baik.