Pencarian

Perang Dagang AS-Kanada Memanas, Tarif Impor 50% Siap Hantam Sektor Otomotif hingga Keju

Selasa, 21 Juli 2026 • 17:03:31 WIB
Perang Dagang AS-Kanada Memanas, Tarif Impor 50% Siap Hantam Sektor Otomotif hingga Keju
Gedung Putih mengumumkan tarif impor 50% untuk berbagai produk Kanada, termasuk sektor otomotif dan keju, sebagai balasan atas kebijakan diskriminatif Ottawa.

MALUKU UTARA — Pejabat senior Gedung Putih mengungkapkan cakupan sanksi ini sangat luas. "Dampaknya sangat bervariasi, mulai dari produk wine, stik hoki, hingga semen. Bahkan untuk sektor otomotif saja, ada 18 halaman daftar barang yang terkena dampak," ujarnya.

Sektor yang paling terancam adalah industri otomotif Kanada. Aturan baru ini akan membebani ekspor kendaraan dan suku cadang yang sebelumnya bebas bea masuk di bawah Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Tak hanya itu, produk olahan susu (dairy) dan minuman beralkohol juga masuk dalam daftar sasaran.

Washington Sebut Ini Balasan atas 'Diskriminasi' Ottawa

Gedung Putih menegaskan pemberlakuan tarif 50% merupakan tindakan defensif. "Diskriminasi yang berlanjut" dari pemerintah Kanada terhadap produk-produk AS menjadi alasan utama. Trump secara terbuka meradang karena Kanada—bersama China—menjadi salah satu dari sedikit negara yang berani membalas tarif AS dalam beberapa tahun terakhir.

Keberatan utama Washington menyoroti tiga hal. Pertama, aturan Kanada yang membatasi ekspor mobil dan minuman beralkohol AS, yang kebijakannya tidak berlaku untuk negara lain. Kedua, kuota keju yang ketat—aturan kuota keju AS ke Kanada jauh lebih restriksi dibandingkan kuota untuk produk keju serupa yang diimpor Kanada dari Uni Eropa.

Eskalasi Ini Mengancam Fondasi Perjanjian USMCA

Sanksi ini menandai eskalasi besar karena akan tetap berlaku meskipun barang-barang tersebut sebelumnya telah mendapatkan pembebasan bea masuk di bawah USMCA. Jika diterapkan secara penuh, tarif 50% berpotensi memicu kenaikan harga mobil dan produk konsumen di AS, sekaligus memukul industri manufaktur Kanada yang bergantung pada pasar AS.

Belum ada pernyataan resmi dari Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengenai langkah balasan. Namun, sejarah menunjukkan Ottawa cenderung membalas dengan tarif serupa pada produk-produk AS yang sensitif secara politik.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks