Pencarian

Harga Perak Antam Anjlok Rp 4.800, Investasi Logam Mulia Kian Tertekan

Sabtu, 16 Mei 2026 • 14:20:01 WIB
Harga Perak Antam Anjlok Rp 4.800, Investasi Logam Mulia Kian Tertekan
Harga perak Antam turun signifikan ke Rp 49.400 per gram dalam beberapa pekan terakhir.

MALUKU UTARA — Antam mencatatkan penurunan tajam untuk logam mulia peraknya. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam masih bertengger di Rp 54.200 per gram. Kini, level Rp 49.400 menjadi titik terendah dalam beberapa pekan terakhir.

Untuk satuan lebih besar, Antam membanderol perak batangan 250 gram sebesar Rp 12.875.000, sementara varian 500 gram dibanderol Rp 24.825.000. Produk perak butiran murni 99,95 persen juga ikut tertekan.

Di pasar global, harga perak dunia ambrol lebih dari 8 persen menjadi USD 76 per ounce pada Jumat (15/5). Ini merupakan kerugian sesi kedua berturut-turut. Mengutip TradingEconomics, harga perak spot juga melemah 2,22 persen ke level USD 4.547,89.

Inflasi AS dan Perang Iran Jadi Biang Kerok

Data ekonomi Amerika Serikat terbaru menjadi pemicu utama. Harga produsen, impor, dan ekspor AS naik dengan laju tercepat sejak 2022 pada April. Inflasi tahunan bahkan mencapai level tertinggi sejak 2023.

Kondisi ini diperparah oleh konflik berkepanjangan antara AS-Israel dan Iran yang disertai penutupan Selat Hormuz. Dampaknya, harga minyak mentah melonjak lebih dari 40 persen, menekan inflasi global dan memaksa bank sentral cenderung menahan atau bahkan menaikkan suku bunga.

Pasar kini sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Sebaliknya, sebagian pedagang mulai bertaruh pada potensi kenaikan suku bunga pada Desember 2026.

Tekanan Tambahan dari UBS: Pasokan Melimpah, Permintaan Industri Lesu

Analis Marex, Edward Meir, menjelaskan bahwa aksi jual terjadi di seluruh logam mulia. "Dolar AS cukup kuat hari ini. Kita juga melihat peningkatan global dalam tingkat imbal hasil obligasi," ujarnya. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik ke level tertinggi hampir satu tahun, membuat emas batangan dan perak yang tidak memberikan imbal hasil semakin tidak menarik.

Para ahli strategi UBS menambah sentimen negatif dengan memangkas proyeksi permintaan investasi tahunan dari lebih dari 400 juta ons menjadi 300 juta ons. Penyebabnya, penggunaan industri melemah sementara pasokan tambang justru meningkat.

UBS juga memperkirakan defisit pasokan pasar perak akan menyusut drastis menjadi sekitar 60–70 juta ounce, turun jauh dari perkiraan sebelumnya sebesar 300 juta ounce. Artinya, keseimbangan pasar perak perlahan membaik, menekan harga lebih lanjut.

Pelemahan ini sejalan dengan harga emas dunia yang juga jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu pada Jumat lalu. Emas spot turun 2 persen ke USD 4.556,46 per ounce. Investor kini dihadapkan pada pilihan sulit: tetap berpegang pada logam mulia di tengah tekanan inflasi dan suku bunga tinggi, atau beralih ke aset lain yang lebih likuid.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks