HALMAHERA TIMUR — Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando Jofandri, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan hilangnya korban dari rekan sesama kru kapal. Tim langsung bergerak setelah informasi kondisi membahayakan jiwa manusia itu diterima.
Kronologi: Nakhoda Perintahkan Berlindung, Seorang ABK Membangkang
Peristiwa bermula pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIT. KM Fish Gate 1 yang mengangkut 12 ABK tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan di sekitar perairan Desa Patlean. Cuaca buruk dan angin kencang yang tiba-tiba melanda membuat nakhoda menginstruksikan seluruh kru untuk berlindung dan mengikat kapal pada ponton.
Seluruh ABK diperintahkan naik ke atas kapal utama. Namun, satu orang di antara mereka menolak. Korban tetap memaksa turun menggunakan perahu pakura untuk memancing dengan jarak sekitar 1 mil laut dari posisi kapal utama.
Tak berselang lama, perahu yang digunakan korban luput dari pandangan rekan-rekannya dan dinyatakan hilang.
Upaya Pencarian: Tim SAR Gabungan Dikerahkan ke Lokasi
Kru KM Fish Gate 1 sempat melakukan pencarian mandiri di sekitar lokasi kejadian. Karena tidak membuahkan hasil, pihak kapal akhirnya menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate untuk meminta bantuan.
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tobelo diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada Rabu pukul 07.30 WIT menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Tobelo. Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Tobelo, Pos Polair Polda Maluku Utara, Pos AL Tobelo, dan kru KM Fish Gate 1.
“Kami menerima informasi kondisi membahayakan jiwa manusia ini dari rekan korban. Saat ini tim rescue telah dikerahkan ke lokasi kejadian,” ujar Ferdinando.
Identitas Korban dan Perkembangan Pencarian
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di area perairan Halmahera Timur. Pihak otoritas terkait akan memperbarui perkembangan hasil pencarian secara berkala.