SOFIFI — Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sepak Bola Usia Berjenjang Gubernur Cup 2026 tuntas pada Kamis, 10 September 2026. Kompetisi yang berlangsung selama 10 hari itu mempertemukan 63 tim dari 8 kabupaten/kota di Maluku Utara.
Pemprov Maluku Utara mencatat dampak ekonomi dari gelaran tersebut. Pedagang kecil dan pelaku UMKM memanfaatkan antusiasme penonton dengan membuka lapak di area sekitar stadion selama pertandingan berlangsung.
Wagub Sarbin Sehe: Event Olahraga Harus Berputar ke Ekonomi Warga
Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menegaskan bahwa Kejurda tidak hanya soal pencarian bakat atlet. Menurutnya, gelaran olahraga skala daerah punya efek berganda bagi ekonomi kemasyarakatan.
"Selain mempererat silaturahmi dan menjaga kebugaran, masyarakat juga dapat memanfaatkannya untuk berjualan sehingga perekonomian warga dapat berputar," kata Sarbin usai menyerahkan piala kejuaraan di Lapangan Gurua Rasai.
Bertepatan dengan Haornas ke-43
Turnamen kali ini berbarengan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43. Momen itu membuat gelaran sepak bola usia berjenjang tersebut sekaligus menjadi ajang pembinaan pemuda di daerah.
Selama 10 hari penyelenggaraan, warga berbondong-bondong menyaksikan pertandingan. Lapak-lapak dagangan tumbuh di sekitar area stadion, mulai dari makanan, minuman, hingga kebutuhan penonton lainnya.
Dispora Malut Ingin Pola Ini Diterapkan di Agenda Olahraga Berikutnya
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Maluku Utara, Zainudin Kader, berharap pola penggabungan antara pembinaan pemuda dan pemberdayaan ekonomi lokal terus diterapkan pada agenda olahraga daerah mendatang.
"Ini merupakan harapan dari Gubernur dan Wagub, melibatkan UMKM dalam event olahraga, sehingga ada multi player efect," ucap Zainudin.
Kejurda Gubernur Cup 2026 menutup rangkaian pertandingan usia berjenjang di Maluku Utara. Pemprov Malut menyebut format serupa akan dipertimbangkan untuk agenda olahraga berikutnya, dengan pelibatan UMKM sebagai bagian dari penyelenggaraan.