Pencarian

RSUD Chasan Boesoirie Ternate Tertibkan Parkir Liar dan Perluas IGD, Atasi 3 Keluhan Utama Warga

Kamis, 02 Juli 2026 • 15:27:31 WIB
RSUD Chasan Boesoirie Ternate Tertibkan Parkir Liar dan Perluas IGD, Atasi 3 Keluhan Utama Warga
Petugas RSUD Chasan Boesoirie Ternate menertibkan parkir liar untuk kelancaran akses masuk rumah sakit.

TERNATE — Parkir liar, keamanan lingkungan, dan waktu tunggu panjang di poliklinik serta IGD menjadi sorotan utama dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, Kamis (2/7/2026). Forum ini dihadiri perwakilan pasien, akademisi dari Universitas Khairun (Unkhair), Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Poltekkes Kemenkes Ternate, serta mitra strategis seperti BPJS Kesehatan Cabang Ternate dan PT Kimia Farma.

Tiga Langkah Taktis: Parkir, Keamanan, dan Antrean

Menanggapi keluhan parkir liar yang mengganggu akses masuk, Direktur RSUD dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menyatakan tahun ini fokus pada penataan arus lalu lintas dengan sistem satu jalur. “Pembangunan area parkir representatif ditargetkan mulai tahun depan. Tahun ini kami fokus menata arus lalu lintas dengan sistem satu jalur dan menertibkan parkir liar agar akses masuk rumah sakit lebih tertib,” jelasnya saat memaparkan rencana strategis.

Sementara itu, masalah keamanan yang selama ini dibantu personel Satpol PP akan diatasi dengan penambahan tenaga keamanan profesional. Langkah ini diambil untuk meningkatkan rasa aman bagi pasien dan pengunjung yang kerap mengeluhkan situasi lingkungan rumah sakit.

Untuk mengurai antrean panjang, manajemen mengakui sistem pendaftaran digital melalui aplikasi Mobile JKN dan kios mandiri untuk pencetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP) sudah diterapkan. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah optimalisasi sosialisasi penggunaan teknologi tersebut kepada masyarakat.

Perluasan IGD Dimulai Bulan Ini

Guna mengatasi penumpukan pasien di ruang gawat darurat, proyek perluasan IGD dipastikan mulai berjalan pada bulan ini. “Perluasan IGD segera dimulai agar pelayanan lebih nyaman dan tidak terjadi penumpukan pasien,” tambah Rosita. Langkah ini menjadi salah satu solusi fisik yang paling dinantikan, mengingat volume kunjungan pasien yang terus meningkat.

Usulan Depo Obat untuk Percepat Layanan Farmasi

Dalam forum yang sama, peserta juga mengusulkan pengadaan depo obat di setiap unit pelayanan. Usulan ini bertujuan mempercepat proses penebusan obat yang selama ini menjadi salah satu titik antrean terpanjang, terutama di instalasi farmasi. Akademisi yang hadir mendorong manajemen untuk mengelola waktu tunggu secara efektif dan memperkuat budaya kerja berorientasi keselamatan pasien.

Rosita menegaskan seluruh rekomendasi dari FKP ini akan menjadi bahan evaluasi berkala. “Kami ingin setiap masukan menjadi dasar perbaikan layanan. Pelayanan yang baik lahir dari komunikasi yang terbuka dengan masyarakat,” ujarnya menutup sesi diskusi.

Forum ini turut dihadiri oleh Biro Organisasi Setda Pemprov Malut, Dinas Sosial Pemprov Malut, serta para pimpinan media massa lokal. Seluruh pemangku kepentingan sepakat untuk terus mengawal implementasi setiap langkah perbaikan yang telah dijanjikan manajemen RSUD.

Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks