Pencarian

7 Startup Lokal Maluku Utara yang Patut Diperhatikan, Inovasi Digital dari Timur Indonesia

Sabtu, 04 Juli 2026 • 12:56:31 WIB
7 Startup Lokal Maluku Utara yang Patut Diperhatikan, Inovasi Digital dari Timur Indonesia
MULOG mempercepat distribusi barang antar-pulau di Maluku Utara sejak awal 2024.

Kota Ternate dan sekitarnya bukan cuma soal rempah dan pemandangan Gunung Gamalama. Dalam tiga tahun terakhir, sejumlah anak muda setempat mulai mendirikan perusahaan rintisan yang mengatasi masalah konkret: distribusi barang antar-pulau, pemasaran hasil bumi, hingga akses informasi wisata. Berikut tujuh startup lokal Maluku Utara yang layak masuk radar Anda.

1. Maluku Utara Logistik (MULOG)

Didirikan pada awal 2024, MULOG memecahkan masalah distribusi barang antar-kecamatan dan antar-pulau di Maluku Utara. Layanan mereka mencakup rute Ternate–Sofifi, Ternate–Tidore, dan Tobelo–Galela.

Tarif pengiriman per kilogram mulai dari Rp8.000 untuk rute pendek dan Rp15.000 untuk rute antar-pulau. Waktu tempuh rata-rata 1-2 hari, lebih cepat dari jasa ekspedisi nasional yang sering transit di Makassar atau Surabaya dulu. Mereka juga menyediakan layanan titip beli untuk barang yang tidak tersedia di pulau tujuan.

2. Ternate Fishery Direct

Startup ini menghubungkan nelayan di Desa Takome dan Sulamadaha langsung ke konsumen di Ternate dan sekitarnya. Lewat aplikasi pesan singkat, pelanggan bisa memesan ikan segar hasil tangkapan pagi hari.

Harga cakalang segar Rp35.000 per kilogram, lebih murah Rp10.000 dari harga di pasar tradisional karena tidak melalui tengkulak. Pengiriman gratis untuk pemesanan minimal 3 kilogram dalam radius 5 kilometer dari pusat kota Ternate.

3. Halmahera AgriTech

Berfokus pada komoditas pala dan cengkih, startup ini menyediakan platform lelang online bagi petani di Halmahera Timur dan Halmahera Tengah. Petani bisa menjual hasil panen tanpa harus membawa ke pasar induk Ternate.

Pada musim panen September–Desember 2025, volume transaksi mencapai 12 ton pala kering. Harga rata-rata Rp85.000 per kilogram, lebih tinggi 15% dari harga di tingkat petani sebelumnya. Mereka juga menyediakan layanan pengujian kualitas biji pala gratis di titik pengumpulan di Maba dan Weda.

4. Tidore Tourism Hub

Platform digital yang mengkurasi paket wisata lokal di Tidore, Maitara, dan Mare. Tidak seperti agen perjalanan besar, mereka bekerja langsung dengan pemilik homestay dan pemandu lokal bersertifikat.

Paket wisata sehari ke Benteng Tolukko dan Puncak Soa Siu dimulai dari Rp250.000 per orang, sudah termasuk transportasi antar-jemput dari pelabuhan Tidore dan makan siang. Mereka juga menawarkan paket snorkeling di Pantai Sulamadaha dengan harga Rp200.000 per orang, termasuk peralatan.

5. Sofifi Digital Service

Startup penyedia layanan administrasi digital untuk warga Sofifi dan sekitarnya. Mereka membantu pengurusan dokumen kependudukan, perizinan usaha mikro, dan pembayaran pajak secara online.

Tarif jasa mulai dari Rp25.000 per dokumen. Dalam sebulan, mereka memproses rata-rata 200 permohonan. Kehadiran mereka membantu warga yang tidak memiliki akses langsung ke kantor kecamatan atau kabupaten karena jarak dan keterbatasan transportasi umum.

6. Malut Craft Marketplace

Platform e-commerce khusus kerajinan tangan khas Maluku Utara: kain tenun Tidore, anyaman rotan dari Obi, dan ukiran kayu dari Jailolo. Setiap produk dilengkapi sertifikat keaslian dan nama perajin.

Harga produk mulai dari Rp75.000 untuk gantungan kunci tenun hingga Rp1.500.000 untuk kain tenun songket ukuran selendang. Mereka sudah mengirim ke Jakarta, Surabaya, dan Bali. Pengiriman ke luar Maluku Utara dikenakan biaya Rp20.000 per kilogram via ekspedisi reguler.

7. Ternate Waste Solution

Startup pengelolaan sampah yang beroperasi di Kelurahan Kalumata dan Kelurahan Tanah Tinggi. Mereka mengangkut sampah rumah tangga dengan tarif Rp30.000 per bulan per rumah. Sampah organik diolah menjadi kompos, sampah plastik dipilah untuk didaur ulang.

Sejak beroperasi Januari 2025, mereka sudah mengelola 4,5 ton sampah per bulan. Kompos hasil olahan dijual kembali dengan harga Rp10.000 per kilogram ke komunitas tanaman hias di Ternate. Mereka juga mengedukasi warga tentang pemilahan sampah dari rumah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah startup di Maluku Utara sudah terdaftar resmi?
Sebagian besar sudah berbadan hukum Perseroan Perorangan atau CV. Beberapa seperti Halmahera AgriTech dan Maluku Utara Logistik sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Bagaimana cara menghubungi startup-startup ini?
Mereka bisa dihubungi melalui akun Instagram resmi masing-masing atau nomor WhatsApp yang tercantum di profil media sosial. Tidak ada kantor fisik yang buka untuk umum kecuali Ternate Waste Solution yang punya basecamp di Kelurahan Kalumata.

Apakah ada investor yang mendanai startup lokal Maluku Utara?
Beberapa startup seperti Halmahera AgriTech mendapatkan pendanaan awal dari program inkubasi yang difasilitasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara. Pendanaan masih dalam skala kecil, di bawah Rp500 juta per startup.

Produk apa yang paling banyak dicari dari Malut Craft Marketplace?
Kain tenun Tidore dan anyaman rotan Obi menjadi produk terlaris. Pembeli didominasi oleh perantau asal Maluku Utara yang tinggal di Jakarta dan Surabaya.

Apakah startup ini melayani pengiriman ke luar Maluku Utara?
Ya. Maluku Utara Logistik dan Malut Craft Marketplace melayani pengiriman ke seluruh Indonesia. Untuk rute ke luar provinsi, waktu pengiriman bisa mencapai 5-7 hari kerja.

Ekosistem startup di Maluku Utara masih dalam tahap awal, tapi solusi yang ditawarkan lahir dari kebutuhan nyata warga kepulauan. Mulai dari logistik antar-pulau hingga pemasaran hasil bumi, inisiatif ini membuktikan bahwa inovasi digital tidak melulu soal aplikasi transportasi atau dompet elektronik. Di wilayah timur Indonesia, infrastruktur dasar dan akses pasar masih menjadi medan tempur yang lebih mendesak.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks