SOFIFI — Tim Observasi dan Verifikasi yang dibentuk Pemkab Halmahera Timur merilis lima faktor utama penyebab banjir di Desa Maratana Jaya dan Desa Dorolamo, Kecamatan Maba Tengah. Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah pembukaan wilayah hutan dan kegiatan produksi kayu oleh pihak perusahaan di sekitar lokasi bencana.
Ketua tim, Tarudin, memaparkan hasil investigasi dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Ubaid Yakub di Kantor Bupati, Selasa lalu. Selain aktivitas korporasi, tim juga menemukan tingginya intensitas curah hujan, kondisi geografis kedua desa yang berada di kawasan cekungan, menurunnya kapasitas drainase, serta tiga titik longsoran di aliran Sungai Ake Marimba yang menghambat laju air.
Lima Faktor Pemicu Banjir Maba Tengah
Berdasarkan data lapangan, tim lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terdiri dari Dinas Perkim, Dinas PUPR, Inspektorat Daerah, BP4D, dan BPBD ini mengidentifikasi penyebab banjir secara komprehensif. Berikut rincian temuan tersebut:
- Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Maba Tengah secara terus-menerus.
- Topografi Desa Maratana Jaya dan Dorolamo yang berada di cekungan, sehingga air mudah tergenang.
- Kapasitas kanal, drainase, dan saluran pembuangan air menurun drastis.
- Tiga titik longsoran di sekitar Sungai Ake Marimba menyumbat aliran air.
- Aktivitas perusahaan yang melakukan pembukaan lahan dan produksi kayu di area hutan.
Evaluasi Aktivitas Perusahaan dan Langkah Konkret
Bupati Ubaid Yakub menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan persoalan banjir berdasarkan data dan fakta riil. “Hari ini kita berkumpul untuk mencari solusi yang konkret berdasarkan data hasil observasi dan investigasi yang telah dilakukan tim di lapangan,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Pemkab Halmahera Timur akan menyusun langkah penanganan melalui sinergi lintas sektor. Evaluasi tidak hanya menyasar aspek teknis infrastruktur dan tata kelola lingkungan, tetapi juga aktivitas perusahaan yang beroperasi di wilayah terdampak. Tim observasi memiliki kewenangan melakukan peninjauan teknis operasional dan koordinasi lintas sektor jika ditemukan aktivitas korporasi yang berpotensi meningkatkan risiko banjir.
Rapat koordinasi ini dihadiri Direktur PT Kirana Cakrawala, Direktur Utama BUMD Halmahera Timur, Camat Maba Tengah, kepala desa setempat, serta seluruh pimpinan OPD teknis. Bupati berharap rakor ini melahirkan keputusan konkret yang berorientasi pada penyelesaian jangka pendek maupun jangka panjang demi memberikan rasa aman bagi masyarakat.