SANANA — Kepala Desa Mangon, Bakri Titdoy, secara langsung memimpin proses penyaluran BLT Dana Desa tahap II di kantor desa, Rabu (15/7). Ia menegaskan bahwa bantuan tunai sebesar Rp1,8 juta per KPM itu merupakan akumulasi enam bulan sekaligus, bukan cicilan bulanan.
Bantuan Enam Bulan Langsung Cair Sekaligus
Berbeda dengan pola penyaluran bertahap yang kerap diterapkan di desa lain, Pemdes Mangon memilih mencairkan BLT untuk periode Juli–Desember 2026 dalam satu waktu. Langkah ini diambil agar penerima bisa merencanakan penggunaan dana secara lebih leluasa.
"Bantuan ini diharapkan dimanfaatkan secara bijak dan diprioritaskan untuk kebutuhan yang benar-benar penting, seperti membeli bahan pangan, membiayai pendidikan anak, memenuhi kebutuhan kesehatan, maupun kebutuhan rumah tangga lainnya," ujar Bakri dalam sambutannya.
Kades Ingatkan agar Dana Tidak Dipakai untuk Hal Konsumtif
Bakri mengingatkan para penerima agar tidak menggunakan uang bantuan untuk keperluan yang tidak mendesak. Ia meminta warga mengelola dana tersebut dengan prioritas utama pada kebutuhan pokok keluarga.
"Saya mengimbau kepada seluruh penerima BLT agar menggunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Prioritaskan kebutuhan keluarga, kelola dengan bijak, dan manfaatkan untuk hal-hal yang benar-benar memberikan manfaat bagi rumah tangga," tegasnya.
Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Pegangan Pemdes
Pemerintah Desa Mangon berkomitmen memastikan setiap program bantuan sosial disalurkan secara transparan dan tepat sasaran. Bakri menambahkan, pihaknya akan terus mengawal proses distribusi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat kurang mampu.
Dengan adanya BLT tahap II ini, Pemdes berharap daya beli 21 keluarga penerima tetap terjaga. Bantuan menjadi penopang ekonomi rumah tangga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang masih terjadi di wilayah Kepulauan Sula.