TERNATE — Sebanyak 78 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Ternate telah mengantongi akta pendirian. Namun, baru dua di antaranya yang bangunan gerainya rampung 100 persen dan siap beroperasi. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Wamenkop Farida Farichah ke Maluku Utara, Kamis (16/7/2026).
Koperasi Akan Distribusikan Barang Subsidi Pemerintah
Farida menegaskan, koperasi ini bukan sekadar badan usaha biasa. Ke depan, seluruh Koperasi Merah Putih akan difungsikan sebagai distributor barang-barang subsidi negara. Mulai dari beras SPHP, Minyakita, LPG bersubsidi, hingga pupuk.
"Seluruh mekanismenya akan dikoordinasikan bersama kementerian terkait," ujar Farida dalam pertemuan dengan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dan jajaran dinas terkait.
Kebijakan ini membuka peluang besar bagi koperasi untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Selain menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, koperasi juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru.
10 Koperasi Sedang Bangun Gerai, Sisanya Tunggu Lahan
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman merinci, dari 78 koperasi yang sudah terbentuk secara kelembagaan, sekitar 10 di antaranya sedang dalam proses pembangunan gerai. Dua koperasi lainnya sudah selesai dan tinggal menunggu waktu operasional.
"Kami berharap operasional koperasi bisa segera berjalan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," kata Tauhid.
Ia juga meminta pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap persoalan status aset yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan gerai. Hal ini penting agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Tidak Harus Menunggu Bangunan Fisik untuk Beroperasi
Meski belum semua memiliki bangunan fisik, Farida menekankan bahwa koperasi tetap bisa berjalan. Ia mencontohkan, koperasi bisa memulai kegiatan usaha dengan memetakan potensi ekonomi di masing-masing kelurahan.
"Koperasi adalah badan usaha. Jadi tidak harus menunggu bangunan selesai untuk mulai beroperasi. Dinas Koperasi terus mendampingi pengurus memetakan potensi usaha, apakah di bidang pertanian, perdagangan, maupun sektor lainnya," jelasnya.
Secara nasional, progres pembangunan Koperasi Merah Putih cukup pesat. Hingga kini hampir 16 ribu koperasi telah rampung 100 persen. Di Maluku Utara sendiri, terdapat 12 koperasi yang progres pembangunannya terus berjalan.
UMKM Didorong Bermuara ke Koperasi
Wali Kota Tauhid menambahkan, Pemerintah Kota Ternate mendorong seluruh pelaku UMKM menjadikan koperasi sebagai pusat pemasaran produk. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi benar-benar bergerak dari tingkat kelurahan.
"Kita ingin seluruh UMKM bermuara ke koperasi. Artinya, koperasi menjadi market bagi produk-produk UMKM," ujarnya.
Farida menambahkan, koperasi eksisting dan Koperasi Merah Putih ke depan diharapkan saling berkolaborasi. Tujuannya membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang lebih kuat, sekaligus menjawab tantangan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
"Ternate dipilih sebagai perwakilan Indonesia Timur. Kami berharap pelaksanaannya bisa menjadi contoh yang baik," pungkas Farida.