TIDORE — Rencana pengembangan infrastruktur telekomunikasi ini mengemuka dalam audiensi antara jajaran Pemkot Tidore Kepulauan dengan manajemen Telkomsel Branch Ternate di ruang kerja wakil wali kota, Kamis (23/7/2026). Pemerintah daerah menyambut positif penawaran kerja sama tersebut dan berkomitmen memberikan dukungan penuh.
Ahmad Laiman menegaskan, kehadiran 5G bukan sekadar soal kecepatan internet, melainkan fondasi bagi transformasi birokrasi. “Saat ini, banyak aspek pelayanan yang belum maksimal karena terkendala teknologi. Dengan sistem komunikasi yang lebih baik, pemerintah daerah akan lebih mudah memantau pelayanan publik, salah satunya melalui pembangunan command center,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Target 100 Persen Desa dan Kelurahan Tersambung
Pemkot Tidore Kepulauan menargetkan seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya terkoneksi internet. Langkah percepatan digitalisasi ini diharapkan mendorong efisiensi birokrasi sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Selain penyediaan infrastruktur, peningkatan literasi digital warga juga menjadi fokus perhatian pemerintah daerah.
Sinergi dengan Operator untuk Akselerasi Infrastruktur
Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Branch Ternate, Jefri Erwin Saiwini Kamudi, menjelaskan implementasi jaringan 5G membutuhkan sinergi erat dengan pemerintah daerah. Dukungan resmi dari Pemda akan menjadi landasan kuat bagi Telkomsel untuk mendorong percepatan alokasi pembangunan infrastruktur ke tingkat pusat.
Sebagai bagian dari kemitraan ini, Telkomsel juga menawarkan program penguatan komunikasi publik. Layanan WhatsApp dan SMS blast akan digunakan untuk penyebaran pesan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, perusahaan berencana menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) literasi digital bagi jajaran Pemda dan masyarakat umum.
Pendampingan Legislatif dan Dinas Terkait
Audiensi tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Nurul Asnawia, Asisten III Setda, serta Kepala Dinas Kominfo Kota Tidore Kepulauan. Kehadiran lintas sektor ini menandakan komitmen bersama untuk menyukseskan program digitalisasi di wilayah kepulauan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu memutus kesenjangan akses informasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Tidore.