MALUKU UTARA — Pramono Anung mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sejak kejadian tersebut viral. Ia menegaskan kendaraan pribadi tidak diperbolehkan melintas di area CFD karena mengganggu aktivitas masyarakat yang tengah berolahraga atau menikmati hari bebas kendaraan.
"Dari kemarin begitu kejadian dan viral saya langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan. Saya sampaikan terkait kendaraan pribadi yang melintas di Car Free Day yang sebenarnya tidak boleh terjadi," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (24/8).
Modus Membuka Barrier dan Gunakan Strobo
Berdasarkan keterangan Gubernur, rombongan yang terdiri dari lima kendaraan itu nekat membuka barrier yang seharusnya menutup akses masuk area CFD. Padahal, pos tersebut dijaga oleh petugas Satpol PP dan kepolisian.
Salah satu kendaraan dalam rombongan itu bahkan disebut menggunakan strobo. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan mobil berkelir hitam seperti Toyota Fortuner dan Toyota Alphard melintas di kawasan Sudirman pada pukul 9.15 WIB, saat CFD baru akan berakhir pukul 10.00 WIB.
Pelat Nomor ZZ Jadi Petunjuk Identitas Pemilik
Warganet menduga mobil-mobil tersebut milik pejabat, mengacu pada pelat nomor yang berakhiran 'ZZ'. Namun, Pramono mengaku belum mendapatkan nama-nama pemilik kendaraan secara pasti karena masih dalam proses pengecekan.
"Jadi itu kejadian yang ada, nanti pada saatnya nama-nama itu akan kami dalami karena kami belum mendapatkan nama-nama yang fix karena nomornya itu kan pakai ZZ ya beberapa," ujarnya.
Teguran untuk Petugas dan Langkah Selanjutnya
Pramono menegaskan sudah menegur petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi agar bertindak tegas terhadap pelanggaran serupa. Pihaknya juga masih mendalami identitas kendaraan dan alasan rombongan tersebut melintas di area CFD.
Sementara itu, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Prastowo Yustinus, melalui unggahan akun @arief_budi27, merespons cepat kasus ini. "Segera kami cek," tulisnya dikutip Senin (24/8).