Pencarian

Simposium JKPI XII di Ternate Dorong Ekonomi Pusaka, Wali Kota Sebut Revitalisasi Cagar Budaya Jadi Sumber PAD Baru

Kamis, 27 Agustus 2026 • 13:44:31 WIB
Simposium JKPI XII di Ternate Dorong Ekonomi Pusaka, Wali Kota Sebut Revitalisasi Cagar Budaya Jadi Sumber PAD Baru
Peserta mengikuti Simposium Internasional JKPI XII di Bela Hotel Ternate, Kamis (27/8/2026).

TERNATE — Simposium Internasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga panggung bagi lahirnya model kolaborasi baru antarkota pusaka. Forum bertema "Warisan Budaya sebagai Fondasi Pembangunan Kota Masa Depan" itu digelar di Bela Hotel Ternate pada Kamis, 27 Agustus 2026.

JKPI Didorong Jadi Jaringan Pusaka Dunia

Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, Dadang Rukmana, menegaskan Rakernas JKPI tahun ini tidak boleh berhenti sebagai agenda pertemuan rutin. Menurutnya, forum ini harus mampu melahirkan pola kolaborasi baru yang menghubungkan kota-kota pusaka di Indonesia.

"Karena itu, kita harapkan Rakernas JKPI tahun ini di Ternate harus menjadi momentum melahirkan model kerja baru, kerja sama kota pusaka Indonesia," ujar Dadang dalam paparannya.

Dadang menyebut Ternate memiliki posisi strategis sebagai pintu penghubung Indonesia dengan dunia melalui sejarah dan warisan rempah. Ia menilai JKPI perlu dikembangkan dari sekadar jaringan domestik menjadi global heritage network yang membuka hubungan kota pusaka dengan dunia.

Tiga Pilar Pengembangan Jaringan Pusaka

Dalam paparannya, Dadang memaparkan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian pengembangan JKPI ke depan. Pertama, JKPI harus mampu menghubungkan kota-kota pusaka melalui jalur sejarah dan budaya. Kedua, organisasi ini perlu dikembangkan sebagai produk heritage yang membangun identitas bersama sekaligus melahirkan produk unggulan berbasis pusaka.

Ketiga, JKPI sebagai jaringan pengetahuan harus memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan, arsip, dan praktik terbaik antarkota pusaka. Selain itu, JKPI juga didorong menjadi kekuatan ekonomi pusaka dengan menghubungkan warisan budaya ke sektor UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga investasi budaya.

"JKPI sebagai global heritage network harus membuka hubungan kota pusaka dengan dunia dan idealnya menjadi global heritage," katanya.

Revitalisasi Cagar Budaya Jadi Sumber PAD Baru

Sementara itu, Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman menilai kebudayaan memiliki peran strategis dalam menunjang pembangunan perekonomian daerah di tengah era globalisasi dan digitalisasi. Ia menyebut revitalisasi cagar budaya merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan PAD sekaligus sektor yang mampu menyerap tenaga kerja.

"Dalam konteks ini, revitalisasi cagar budaya merupakan salah satu strategi meningkatkan PAD sekaligus merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dan mendorong perkembangan investasi," kata Tauhid.

Pemerintah Kota Ternate terus menyusun berbagai rencana dan kebijakan untuk mendukung kemajuan sektor kebudayaan. Salah satunya dengan menggali, menginventarisasi, dan mengembangkan objek-objek kebudayaan yang dapat direvitalisasi, termasuk cagar budaya.

Objek tersebut kemudian diarahkan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan wisata budaya yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan PAD. Tauhid menambahkan, pengembangan kebudayaan harus berjalan beriringan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan pemberdayaan masyarakat.

Dari Pelestarian Bangunan Menuju Ekonomi Pusaka

Dadang menekankan perlunya perubahan paradigma dalam pengelolaan warisan budaya. Ia mendorong transformasi dari sekadar pelestarian bangunan menjadi ekonomi pusaka, dari cerita lokal menjadi narasi Indonesia, dan dari jaringan kota pusaka Indonesia menjadi jaringan kota pusaka dunia.

"Oleh karena itu, mari kita ubah paradigmanya, dari pelestarian bangunan menjadi ekonomi pusaka. Dari cerita lokal menjadi narasi Indonesia. Dari jaringan kota pusaka Indonesia menjadi jaringan kota pusaka dunia. Karena dahulu rempah dari Ternate menghubungkan Nusantara dengan dunia," ujarnya.

Simposium ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antarkota pusaka sekaligus membuka peluang kolaborasi baru. Bagi Ternate, momentum ini sekaligus memperkuat posisi kota rempah sebagai bagian dari jaringan pusaka Indonesia dan dunia.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halmaherapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks