TERNATE — Panitia Rakernas JKPI XII membagi Lapangan Ngaralamo menjadi dua zona pada malam puncak Karnaval Budaya, Sabtu (29/8). Separuh area sisi timur disiapkan untuk pelaku UMKM Kopi Street, sementara 60 persen lainnya dipakai untuk konsentrasi ribuan peserta karnaval.
Rizal Marsaoly menegaskan keputusan ini diambil agar perhelatan budaya tidak mematikan denyut ekonomi warga yang biasa mangkal di kawasan tersebut.
"UMKM tetap berjualan. Karena inti dari kegiatan Rakernas JKPI salah satunya memberikan manfaat bagi pelaku UMKM untuk ekonominya," kata Rizal.
Pembagian Panggung: 50 Persen untuk Pedagang, 60 Persen untuk Peserta
Skema yang dipakai panitia cukup sederhana. Pelaku usaha kecil hanya diizinkan menggelar dagangan di sisi timur lapangan, menjauh dari lintasan utama peserta karnaval yang memadati sisi barat.
"Akan tetapi mereka nanti hanya bisa di sisi timur lapangan. Saya minta mereka 40 persen dari lapangan, dan kami pakai 60 persen untuk tempat para peserta," ujarnya.
Kebijakan ini menjawab kekhawatiran pedagang kopi yang selama ini menggantungkan pendapatan dari pengunjung Lapangan Ngaralamo. Alih-alih menutup total area, panitia justru merancang zonasi agar arus pengunjung tetap mengalir ke lapak mereka.
Rute Karnaval dan Rekayasa Lalu Lintas
Karnaval Budaya Rakernas JKPI XII akan memulai perjalanan dari Taman Fitnes di belakang Benteng Oranje. Ribuan pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Ternate diproyeksikan memadati rute tersebut.
Untuk kelancaran mobilisasi massa, sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur peserta bakal ditutup sementara. Penutupan dilakukan secara situasional, mengikuti pergerakan barisan karnaval hingga tiba di titik akhir Lapangan Ngaralamo.
Rizal menegaskan bahwa seluruh rekayasa ini bertujuan tunggal: pesta budaya tetap meriah, warung kopi tetap kebagian rezeki.
"Jadi UMKM tetap jalan, karnaval juga jalan," tandasnya.