Pencarian

BTN Catat Laba Bersih Rp2,40 Triliun di Semester I 2026, Transformasi Ekosistem Perumahan Mulai Terlihat

Minggu, 30 Agustus 2026 • 21:04:01 WIB
BTN Catat Laba Bersih Rp2,40 Triliun di Semester I 2026, Transformasi Ekosistem Perumahan Mulai Terlihat
BTN mencatat laba bersih Rp2,40 triliun pada semester I 2026 dengan aset mencapai Rp545 triliun.

MALUKU UTARA — Transformasi yang dijalankan BTN mulai menunjukkan hasil nyata. Selain laba yang melonjak, aset perseroan mencapai Rp545 triliun dengan penyaluran kredit dan pembiayaan Rp418 triliun serta dana pihak ketiga (DPK) Rp433 triliun pada periode yang sama.

Kualitas aset juga membaik. Rasio kredit bermasalah (NPL) turun ke level 2,99% dari sebelumnya 3,3%, sementara biaya kredit (cost of credit) berhasil ditekan signifikan dari 2,0% menjadi 0,7%.

Bale by BTN Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Digitalisasi menjadi salah satu pilar utama transformasi. Melalui superapps Bale by BTN, perseroan mengklaim telah menggaet sekitar 4,5 juta pengguna. Platform ini juga terintegrasi dengan 358 ribu merchant, 14 ribu developer, dan 59 pemerintah daerah.

Volume transaksi di ekosistem digital tersebut mencapai 2,63 miliar transaksi dengan nilai total Rp134 triliun. Angka ini menunjukkan adopsi layanan digital BTN terus meningkat di tengah persaingan industri.

Ekspansi Beyond Mortgage dan Akuisisi Portofolio Pensiun

BTN tidak berhenti pada bisnis pembiayaan rumah. Perseroan mulai merambah segmen di luar KPR dengan mengakuisisi portofolio kredit pensiun milik SMBC Indonesia senilai hampir Rp20 triliun. Langkah ini memperkuat kapasitas BTN melayani kebutuhan finansial nasabah hingga masa pensiun.

Kendati memperluas lini bisnis, mandat utama perseroan dalam pembiayaan perumahan nasional tetap terjaga. Pada semester I 2026, kredit perumahan subsidi BTN tumbuh 8,1% menjadi Rp196,96 triliun. Adapun penyaluran Kredit Program Perumahan telah mencapai Rp4,1 triliun.

Pengamat: Momentum Transformasi Harus Dijaga

Chairman Infobank Institute, Eko B. Supriyanto, menilai transformasi BTN tidak hanya tercermin dari ekspansi bisnis dan digitalisasi, tetapi juga dari perbaikan kualitas aset dan penguatan fundamental perusahaan.

"Transformasi BTN sudah mulai terlihat hasilnya. Bukan hanya dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari perbaikan kualitas kredit dan penguatan fundamental," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/8/2026).

Menurut Eko, keberanian BTN bertransformasi dari sekadar penyalur KPR menjadi beyond mortgage adalah langkah yang tepat. Perseroan mulai membangun ekosistem yang mengikuti perjalanan finansial nasabah, mulai dari pembelian rumah hingga kebutuhan keuangan lainnya.

"BTN tidak meninggalkan bisnis perumahan. Justru bisnis perumahan diperluas menjadi ekosistem. Bank tidak lagi hanya melihat nasabah sebagai debitur, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup," katanya.

Eko menambahkan, arah transformasi yang diambil BTN sudah benar dan hasilnya mulai terlihat. Tantangan ke depan adalah menjaga momentum, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan ekosistem yang dibangun terus memberikan nilai bagi masyarakat.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks