Pencarian

Pertamina Buka-bukaan Strategi Ganda di IdeaFest 2026: Bisnis Eksisting dan Energi Rendah Karbon

Sabtu, 05 September 2026 • 14:49:31 WIB
Pertamina Buka-bukaan Strategi Ganda di IdeaFest 2026: Bisnis Eksisting dan Energi Rendah Karbon
Pertamina memaparkan strategi ganda bisnis energi dalam forum IdeaFest 2026 di Jakarta Convention Center, Jumat (4/9).

MALUKU UTARA — Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, memaparkan strategi tersebut di hadapan generasi muda dalam forum IdeaFest 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jumat (4/9). Pertamina menilai forum ini menjadi ruang strategis untuk memperluas wawasan generasi muda mengenai tantangan energi nasional.

Konsumsi energi Indonesia saat ini tercatat lebih tinggi dibandingkan kemampuan produksi dalam negeri. Kondisi struktural ini memaksa perseroan mendatangkan pasokan minyak dan gas dari luar negeri untuk menutup kekurangan pasokan.

"Sudah lama sekali kita melakukan impor. Artinya, konsumsi kita lebih tinggi daripada produksi nasional. Di situlah kita perlu mendatangkan pasokan migas dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9).

Mengapa Indonesia Masih Bergantung pada Impor Migas?

Defisit antara konsumsi dan produksi nasional bukan fenomena baru. Arya menyebut kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi ketahanan energi jangka panjang.

Penguatan produksi dalam negeri menjadi prioritas utama untuk mengurangi ketergantungan impor. Di sisi lain, pengembangan sumber energi baru dianggap sebagai solusi jangka panjang yang tak bisa ditunda.

Dua Fokus Utama dalam Dual Growth Strategy

Melalui Dual Growth Strategy, Pertamina menjalankan dua fokus bisnis secara beriringan. Pertama, optimalisasi bisnis eksisting untuk memastikan pasokan BBM tetap aman bagi masyarakat. Kedua, membangun bisnis rendah karbon dan energi baru terbarukan sebagai sumber pertumbuhan masa depan.

"Untuk memenuhi kebutuhan saat ini, kita harus menjaga ketahanan produksi agar masyarakat tetap mendapatkan BBM. Di sisi lain, kita juga membangun bisnis rendah karbon dan energi baru terbarukan," papar Arya.

Dari Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Pesawat

Pada lini bisnis rendah karbon, Pertamina menggarap berbagai potensi energi terbarukan seperti panas bumi, energi surya, hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF). Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah pemanfaatan used cooking oil (UCO) atau minyak jelantah sebagai bahan baku utama SAF.

Minyak jelantah yang telah dikumpulkan diolah di Kilang Pertamina Cilacap bersama bahan baku pendukung lainnya. Proses pengolahan ini menghasilkan bahan bakar penerbangan rendah karbon yang telah melalui tahapan riset panjang sebelum diterapkan.

"Minyak itu kita buat untuk bahan bakar pesawat udara. Namun jangan khawatir, ini aman karena risetnya sudah diinisiasi sejak 2015, diteliti secara ketat dan diuji coba dari 2021 hingga 2025," kata dia.

SAF berbasis minyak jelantah tersebut kini telah digunakan dalam penerbangan Pelita Air Service, anak perusahaan Pertamina, pada rute Jakarta-Bali.

Transisi Energi Tidak Boleh Mengganggu Pasokan

Arya menegaskan pengembangan berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa transisi energi berjalan beriringan dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional. Pertamina tetap memperkuat bisnis energi eksisting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini.

Di sisi lain, perseroan membangun bisnis rendah karbon yang diharapkan mendukung kemandirian energi Indonesia di masa depan. Kedua fokus tersebut dijalankan secara bersamaan agar transisi energi tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.

"Untuk memenuhi kebutuhan kita, energi yang existing tetap dijalankan, sembari terus mengembangkan energi yang ramah lingkungan," pungkas Arya.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks