Pencarian

Mobil Lokal Malaysia Kuasai 62,6 Persen Pasar, Indonesia Masih Nol

Minggu, 13 September 2026 • 14:32:01 WIB
Mobil Lokal Malaysia Kuasai 62,6 Persen Pasar, Indonesia Masih Nol
Perodua dan Proton menguasai 62,6 persen pasar otomotif Malaysia sepanjang 2026.

MALUKU UTARA — Data penjualan otomotif Malaysia yang dirilis pemerintah setempat menunjukkan dominasi merek lokal tidak tergoyahkan meski deretan produk China membanjiri pasar. Perodua, perusahaan patungan dengan Daihatsu, bertengger di puncak dengan pangsa pasar 38,8 persen. Proton menyusul di posisi kedua dengan 23,9 persen.

Angka itu membuat dua merek nasional Malaysia tersebut menguasai hampir dua pertiga pasar. Merek luar hanya kebagian 37,4 persen.

Perodua Jual 219.559 Unit, Toyota Tercecer di Posisi Ketiga

Sepanjang 2026, Perodua membukukan penjualan 219.559 unit. Proton menyusul dengan 135.169 unit pada periode yang sama. Toyota, yang di Indonesia nyaris tak tersentuh, hanya mencatat 72.942 unit di Malaysia dengan pangsa pasar 12,9 persen.

Dominasi itu juga terjadi di segmen kendaraan listrik. BYD, iCaur, Tesla, Zeekr, Leapmotor, Wuling, hingga Xpeng harus bertarung dengan model listrik Proton. Merek lokal tetap punya taring di sektor yang sedang tumbuh ini.

Pasar Indonesia: Toyota 29,1 Persen, Polytron 0,1 Persen

Gambaran di Indonesia jauh berbeda. Penjualan ritel Toyota sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 172.871 unit dengan pangsa pasar 29,1 persen. Daihatsu di posisi kedua dengan 97.059 unit atau 16,3 persen, disusul Suzuki 48.554 unit atau 8,2 persen.

Satu-satunya merek Indonesia yang masuk catatan adalah Polytron. Namun penjualannya baru 458 unit secara ritel, setara 0,1 persen pangsa pasar nasional.

Merek China seperti BYD dan Jaecoo memang mulai merangsek ke 10 besar. Keduanya menawarkan mobil listrik berfitur lengkap dengan harga agresif. Tapi posisi teratas masih kokoh dipegang Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Mitsubishi.

Mengapa Proton Butuh 20 Tahun Sebelum Mandiri

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, membeberkan proses panjang yang dilalui Malaysia. Ia menyebut Proton dan Perodua tidak langsung mandiri sejak awal.

"Ketika mereka menginisiasi Proton pertama kali sebagai mobil nasional itu di tahun '91, itu sifatnya baru CKD saja dengan merek Mitsubishi. Itu bawa bulat-bulat ganti emblem itu di tahun '91. Mereka butuh waktu 20 tahun untuk melakukan desain sendiri sampai itu full manufaktur sendiri di Proton," kata Setia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI.

Perodua menempuh jalur serupa. Berdiri pada 1990-an dengan basis mobil Daihatsu, butuh sekitar satu dekade sebelum mereka mampu mendesain kendaraan sendiri.

Mobil Nasional Indonesia Baru Sebatas Rencana di Subang

Indonesia belum memiliki mobil nasional. Pemerintah baru mencanangkan pengembangan kendaraan buatan dalam negeri yang bakal diproduksi di Subang, Jawa Barat. Belum ada timeline produksi massal maupun nama merek yang dipastikan.

Perbandingan dengan Malaysia pun sering muncul. Negeri jiran itu memulai dari rebadge, lalu perlahan membangun kemampuan desain dan manufaktur. Hasilnya terlihat sekarang: merek lokal mereka bukan sekadar simbol, tapi penguasa pasar.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks