HALMAHERA TENGAH — Sejak ketiga lapangan itu direvitalisasi, pemuda dengan setelan olahraga dan sepatu sepak bola menjadi pemandangan sehari-hari di Lelilef Waibulan, Lelilef Sawai, dan Gemaf. Anak-anak hingga orang dewasa ikut meramaikan lapangan. Ada yang melakukan pemanasan di sisi lapangan, berlari-lari kecil mengelilingi area permainan, hingga berlatih menendang bola mengikuti arahan pelatih.
Kondisi Sebelum Revitalisasi: Becek Saat Hujan, Berdebu Saat Kemarau
Pemuda Lelilef Waibulan sekaligus Ketua Karang Taruna, Hasan Safruddin (26), menceritakan kondisi lapangan sebelum direvitalisasi jauh dari kata layak. Saat musim hujan, lapangan kerap becek dan dipenuhi genangan air. Sebaliknya, ketika musim panas, permukaan lapangan menjadi berdebu dan kotor.
"Dulu kalau musim hujan lapangan becek, banyak genangan. Kalau musim panas, berdebu dan kotor. Kondisinya kurang nyaman untuk berolahraga," kenangnya.
Hasan menyebut lapangan desanya kini menjadi salah satu fasilitas olahraga terbaik di Maluku Utara. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada PT IWIP atas revitalisasi tersebut.
"Kami berterima kasih kepada PT IWIP atas fasilitas lapangan yang telah direvitalisasi. Lapangan ini salah satu lapangan yang bagus di Maluku Utara," ucap Hasan.
Semangat Pemuda Meningkat, SSB hingga Tim Dewasa Rutin Berlatih
Revitalisasi itu disebut memberi semangat baru bagi masyarakat, khususnya pemuda yang berminat pada sepak bola. Hasan menilai antusiasme warga untuk beraktivitas olahraga meningkat, tidak hanya anak-anak tetapi juga pemuda dan kelompok dewasa.
Lelilef Waibulan memiliki cukup banyak kelompok yang aktif bermain sepak bola. Di antaranya Sekolah Sepak Bola (SSB) Lelilef Bersatu yang menjadi wadah pembinaan anak-anak, serta sejumlah tim sepak bola kelompok dewasa yang rutin bermain setiap sore.
Hasan berharap fasilitas tersebut terus dimanfaatkan untuk mengasah bakat dan minat generasi muda di bidang sepak bola. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan fasilitas lapangan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Lapangan Lelilef Sawai Ramai Setiap Sore
Pemuda Lelilef Sawai, Anton, juga menyampaikan apresiasi atas revitalisasi lapangan sepak bola milik desanya. Menurutnya, lapangan dengan wajah baru itu memberikan ruang yang lebih layak bagi masyarakat, khususnya para pemuda yang mayoritas gemar bermain sepak bola.
"Kami sebagai pemuda tentu mengucapkan terima kasih karena PT IWIP punya niat baik membantu revitalisasi lapangan sepak bola milik desa Sawai. Masyarakat juga ikut senang karena banyak yang suka bermain bola. Setiap sore lapangan selalu ramai dengan pemuda yang bermain," ujar Anton.
Kehadiran lapangan dengan berbagai fasilitas pendukung turut membangkitkan semangat pemuda untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang sepak bola. Lapangan tersebut kini tidak hanya digunakan untuk bermain, tetapi juga menjadi tempat pembinaan dan aktivitas sejumlah kelompok sepak bola.
"Saat ini kami punya beberapa kelompok yang rutin bermain bola. Ada tim Putra Cekel, Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk anak-anak, dan juga Pemuda Lelilef Sawai (PLS)," katanya.
Anton berharap PT IWIP terus memberikan perhatian terhadap pemeliharaan lapangan, termasuk kenyamanan bagi para pengguna. Ia meminta agar dipertimbangkan penambahan lapisan pendukung yang dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pemain.
Ruang Kebersamaan Baru bagi Warga Tiga Desa
Revitalisasi lapangan sepak bola merupakan upaya IWIP untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menyediakan ruang yang layak bagi aktivitas olahraga. Fasilitas yang telah diperbaiki diharapkan dijaga dan dirawat bersama agar memberikan manfaat jangka panjang.
Selain sebagai sarana olahraga, keberadaan lapangan juga diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk membangun kebersamaan serta mendorong tumbuhnya potensi olahraga di tingkat desa.