TERNATE — Pelantikan pengurus DPD KNPI Kota Ternate periode 2026–2029 digelar di Royal Resto Ternate, Sabtu, 3 Oktober 2026. Selain Wali Kota M. Tauhid Soleman dan Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, hadir pula unsur Forkopimda, Sekretaris DPD I KNPI Maluku Utara, Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI), para ketua organisasi kepemudaan (OKP), senior, serta tokoh pemuda.
Dalam sambutannya, Haiyun Umamit menegaskan KNPI harus menjadi rumah besar bagi seluruh OKP. Ia menyebut organisasi ini sebagai ruang bersama untuk melahirkan gagasan bagi pembangunan Kota Ternate.
Supremasi Sinergi Gantikan Supremasi Organisasi
Haiyun meminta seluruh elemen pemuda meninggalkan ego sektoral yang selama ini menyekat kerja sama antarkelompok. Menurutnya, tidak ada lagi ruang bagi sekat maupun klaim organisasi paling unggul.
"Hari ini tidak ada lagi supremasi organisasi. Tidak ada lagi yang dianggap paling superior. Yang ada adalah supremasi sinergi untuk terus berakselerasi," tegas Haiyun.
Ia mengajak pemuda Kota Ternate berhenti berkeluh kesah dan mulai mengambil peran lewat karya serta kontribusi nyata. Kritik terhadap pemerintah, kata dia, harus dibarengi tawaran solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Pemuda tidak cukup hanya kritis, tapi juga harus solutif. Kami tidak ingin hadir sekadar mempertanyakan persoalan, tetapi juga mengajukan pertanyaan kepada pemerintah kota, apa yang bisa kami lakukan untuk memperbaikinya?" ujarnya.
Enam Isu Kota Jadi Perhatian KNPI
KNPI Ternate menyoroti sejumlah persoalan kota, mulai dari lingkungan dan sampah, dugaan praktik mafia BBM, air bersih, kriminalitas, kesehatan, hingga pendidikan. Isu-isu itu akan menjadi fokus kerja pengurus periode baru.
Untuk memperkuat peran tersebut, KNPI akan membangun jejaring lintas OKP, kampus, komunitas, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat. Penguatan literasi juga didorong guna meningkatkan kapasitas pemuda Ternate.
"Musuh kita bukan sesama pemuda. Musuh kita adalah ketidakadilan, pengangguran, kemiskinan, narkoba, pungutan liar, serta kebijakan pemerintah dan DPRD yang tidak berpihak pada rakyat," katanya.
Gagasan sebagai Interupsi Pemuda
Haiyun menegaskan gagasan harus menjadi kekuatan pemuda dalam mengawal pembangunan Kota Ternate. Kritik, menurutnya, wajib disertai solusi dan keberanian untuk terlibat langsung.
"Dengan gagasan, kita bisa menjadi bagian dari solusi atas sejumlah persoalan kota. Gagasan adalah bagian dari interupsi pemuda terhadap pemerintah Kota Ternate," pungkasnya.