MOROTAI — Program PURI ANJASMORO (Polisi Untuk Negeri Antar Jemput Anak Sekolah Morotai) kembali dijalankan personel Polairud Marnit Morotai. Rute yang ditempuh menghubungkan Desa Samiamao dan Desa Posi-Posi di Kecamatan Pulau Rao, dua titik yang tidak bisa dijangkau lewat jalur darat.
Perjalanan dibagi menjadi tiga tahap penyeberangan. Pembagian itu dilakukan agar seluruh pelajar terangkut tanpa berdesakan di atas perahu.
Perahu Fiber dan 12 Jaket Pelampung untuk Siswa
Armada yang dipakai berupa satu unit perahu fiber dengan mesin Yamaha 15 PK. Petugas menyiapkan 12 unit jaket pelampung yang dipakai siswa selama melintasi perairan Pulau Rao.
Jumlah jaket pelampung disesuaikan dengan kapasitas angkut sekali jalan. Karena itu penyeberangan tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap sampai semua siswa tiba di tujuan.
Alasan Polisi Antar Jemput Anak Sekolah di Morotai
Wilayah Kabupaten Pulau Morotai berbentuk kepulauan, sehingga sebagian siswa harus menyeberang laut setiap hari untuk mencapai sekolah. Jarak tempuh lewat air menjadi satu-satunya pilihan bagi warga di desa-desa pesisir dan pulau kecil.
Kondisi itu yang membuat Polairud masuk ke urusan antar jemput pelajar. Program ini menyasar siswa yang akses pendidikannya terhambat kondisi geografis, bukan karena tidak ada sekolah di sekitar mereka.
Polisi Hadir untuk Masyarakat
Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Hadi Poerwanto, S.I.K., CPHR., CBA., menyebut kegiatan itu sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya untuk mendukung akses pendidikan di wilayah terpencil dan kepulauan.
Ia menegaskan Polri tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga membantu kebutuhan dasar warga.
"Polisi hadir untuk masyarakat, termasuk memastikan anak-anak dapat bersekolah dengan aman," ujarnya.
Program antar jemput ini diharapkan berlanjut sebagai bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat di Maluku Utara. Bagi warga Pulau Rao, layanan itu mengurangi risiko perjalanan laut yang selama ini harus ditempuh anak-anak dengan perahu tanpa pengawalan.