Jamaah Haji Ternate Siti Totou Wafat di Madinah Usai Ibadah Raudhah

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:55:24 WIB
Jenazah Siti Totou, jamaah haji asal Ternate, ditemukan meninggal di hotel Madinah.

TERNATE — Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengonfirmasi kabar duka atas meninggalnya Siti Totou, jamaah haji berusia 71 tahun asal Kota Ternate di Madinah. Almarhumah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kamar hotel pada pukul 13.59 Waktu Arab Saudi (WAS) setelah sebelumnya sempat mengikuti rangkaian ibadah pada pagi hari.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Maluku Utara, Asrul Gailea, memastikan bahwa saat ini jenazah sedang dalam penanganan pihak rumah sakit dan otoritas haji di Arab Saudi. Pihak keluarga dan panitia daerah masih menunggu penjelasan medis secara mendalam terkait penyebab pasti kematian jamaah tersebut.

“Betul, almarhumah meninggal dunia di Madinah. Saat ini masih dalam penanganan rumah sakit dan menunggu penjelasan resmi dari tim dokter serta panitia haji Arab Saudi,” ujar Asrul saat memberikan keterangan resmi.

Kronologi Sebelum Siti Totou Ditemukan Meninggal Dunia

Berdasarkan laporan tim kesehatan Kloter 15, Siti Totou sebenarnya masih beraktivitas normal sejak dini hari. Ia diketahui berangkat menuju Raudhah sekitar pukul 03.00 WAS dan kembali ke hotel pada pukul 07.00 WAS. Rekan sekamarnya menyebutkan bahwa almarhumah sempat makan bersama dan berinteraksi seperti biasa sebelum memutuskan beristirahat.

Fungsional Teknis Sekretariat PPHI Maluku Utara 2026, Tahmid Abubakar, menjelaskan bahwa kecurigaan muncul ketika Siti tidak kunjung bangun hingga siang hari. Sekitar pukul 09.00 WAS, rekan sekamarnya, Nani, mendengar suara dengkuran keras namun mengira Siti hanya sedang tidur terlelap karena kelelahan.

“Ketua regu melaporkan kepada tim medis setelah melihat jamaah tidak merespons. Saat diperiksa, posisi almarhumah miring ke kiri, tubuh sudah kaku, dan tidak ada respons,” ungkap Tahmid merujuk pada laporan medis di lapangan.

Riwayat Kesehatan dan Pengaruh Cuaca Ekstrem Madinah

Sebelum berangkat menuju Tanah Suci, Siti Totou sebenarnya sempat mengeluhkan demam dan nyeri tulang belakang saat berada di Asrama Haji Ngade, Ternate. Tim medis saat itu sudah memberikan penanganan berupa Paracetamol dan Amoxicillin. Kondisinya sempat membaik dua hari sebelum wafat, ditandai dengan nafsu makan yang kembali normal.

Tahmid menambahkan bahwa tim medis sempat menawarkan pemasangan infus untuk menjaga stabilitas cairan tubuh almarhumah, namun tawaran tersebut ditolak. Siti merasa kondisinya sudah cukup sehat untuk melanjutkan ibadah tanpa bantuan alat medis tambahan.

Selain faktor kesehatan bawaan, kondisi lingkungan di Arab Saudi saat ini menjadi tantangan berat bagi jamaah lansia. Asrul Gailea menyoroti suhu udara di Madinah yang menyentuh angka 38 hingga 40 derajat celsius dalam beberapa hari terakhir.

“Cuaca di sana sangat panas. Kemungkinan kondisi kelelahan juga berpengaruh,” pungkas Asrul. Saat ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berkoordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi untuk memastikan proses pemulasaraan jenazah berjalan sesuai prosedur.

Reporter: Sutomo
Sumber: halmaheranesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top