PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mematok harga emas batangan 24 karat di level Rp 2.839.000 per gram pada Minggu (10/5/2026). Stagnansi harga ini terjadi di tengah dinamika pasar global dan fluktuasi nilai tukar Rupiah yang memengaruhi sentimen investor domestik terhadap aset lindung nilai.
Harga emas batangan produksi Logam Mulia Antam tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Selain harga jual yang tertahan, harga beli kembali atau buyback juga stagnan di level Rp 2.644.000 per gram. Posisi ini menjadikan emas sebagai instrumen yang menarik bagi masyarakat yang ingin mengamankan nilai asetnya di tengah ketidakpastian ekonomi.
Data terbaru dari unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk menunjukkan variasi harga berdasarkan berat denominasi. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, Antam mematok harga Rp 1.469.500. Sementara itu, untuk denominasi besar seperti 100 gram, harganya mencapai Rp 278.260.000, dan ukuran 1 kilogram atau 1.000 gram berada di angka Rp 2.782.600.000.
Investor perlu mencermati aspek perpajakan dalam transaksi emas batangan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nominal di atas Rp 10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Potongan pajak ini dilakukan langsung oleh Antam dari total nilai transaksi yang diterima oleh konsumen.
Berikut adalah daftar harga jual emas Antam per 10 Mei 2026:
Berbeda dengan Antam yang cenderung stabil, pergerakan harga emas di Pegadaian menunjukkan tren yang lebih bervariasi. Harga emas Antam di gerai Pegadaian justru berada di angka Rp 2.953.000 per gram, lebih tinggi dibandingkan harga di gerai resmi Logam Mulia. Selisih harga ini sering terjadi karena perbedaan biaya operasional dan margin distribusi di tingkat ritel.
Merek lain seperti UBS mencatatkan penurunan tipis ke level Rp 2.891.000 per gram. Sebaliknya, emas produksi Galeri 24 yang merupakan anak usaha Pegadaian justru mengalami kenaikan harga menjadi Rp 2.836.000 per gram. Keberagaman merek ini memberikan opsi bagi investor untuk menyesuaikan anggaran dengan ketersediaan stok di pasar.
Untuk denominasi 50 gram di Pegadaian, emas Antam dibanderol Rp 144.659.000. Di sisi lain, emas UBS untuk ukuran yang sama dijual seharga Rp 140.445.000, sedangkan Galeri 24 menawarkan harga yang lebih kompetitif di angka Rp 137.826.000.
Kemurnian emas 24 karat yang mencapai 99,99 persen menjadikannya standar utama dalam investasi logam mulia. Harga komoditas ini sangat sensitif terhadap pergerakan pasar internasional. Karena emas dunia diperdagangkan dalam denominasi Dolar AS, nilai tukar USD/IDR memainkan peran krusial bagi harga lokal di Indonesia.
Kondisi ekonomi global yang fluktuatif sering kali mendorong investor beralih ke emas sebagai safe haven. Ketika nilai Rupiah melemah terhadap Dolar AS, harga emas di dalam negeri biasanya akan terkerek naik meskipun harga emas di pasar spot global tidak mengalami perubahan signifikan. Hal ini menjadi alasan mengapa emas tetap menjadi primadona dalam diversifikasi portofolio investasi jangka panjang.
Di pasar perhiasan, harga emas 24 karat juga terpantau stabil. Raja Emas Indonesia mematok harga di level Rp 2.295.000 per gram, sementara Laku Emas juga mencatatkan angka yang serupa. Perbedaan harga perhiasan dengan emas batangan murni biasanya dipengaruhi oleh biaya pembuatan, desain, serta standar kemurnian yang diterapkan oleh masing-masing toko perhiasan.
Melihat tren harga yang stabil di akhir pekan ini, masyarakat yang berencana melakukan akumulasi aset disarankan untuk tetap memantau pergerakan pasar secara berkala. Transaksi melalui gerai resmi atau platform yang memiliki izin otoritas terkait sangat dianjurkan untuk menjamin keaslian dan keamanan investasi Anda.