Pencarian

PTBA Bawa 4 Rumah BUMN ke INACRAFT 2026, Songket hingga Batik Kujur Siap Go Global

Selasa, 28 Juli 2026 • 12:13:32 WIB
PTBA Bawa 4 Rumah BUMN ke INACRAFT 2026, Songket hingga Batik Kujur Siap Go Global
Empat Rumah BUMN binaan PTBA memperkenalkan produk wastra dan kriya Nusantara di INACRAFT 2026.

MALUKU UTARA — Empat Rumah BUMN yang turut serta dalam festival kerajinan terbesar di Indonesia itu adalah Rumah BUMN Muara Enim, Rumah BUMN Banyuasin, Rumah BUMN Pringsewu, dan Rumah BUMN Sawahlunto. Masing-masing membawa produk khas yang merepresentasikan kekayaan wastra dan kriya Nusantara.

Beberapa produk yang dipamerkan antara lain Habar Jumputan, Zhuliansyah Songket, Mojao Art, serta koleksi batik dan ecoprint dari SIBA. Ada pula Astrina Collection dan Putra Tapis. Produk-produk ini merupakan perpaduan nilai tradisi, kearifan lokal, dan inovasi para pelaku UMKM binaan PTBA.

Bukan Sekadar Pameran, Ada Sesi Bisnis dan Talk Show

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaan di INACRAFT tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan selama pameran. Menurutnya, ini adalah sarana strategis untuk memperkenalkan potensi UMKM binaan kepada calon pembeli, mitra usaha, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Perseroan tidak hanya mendukung peningkatan kapasitas UMKM melalui pembinaan, tetapi juga membuka akses terhadap pasar yang lebih luas. Kami berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh, mandiri, dan menjadi penggerak ekonomi daerah," jelas Eko.

Dalam festival ini, PTBA juga mendapat kesempatan mengisi sesi talk show bertema "The Queen of Textile: Songket Palembang". Owner Zhuliansyah Songket sekaligus mitra binaan PTBA, Ilham, menjadi narasumber dengan moderator Hesti Okta Seputri. Diskusi itu membahas perjalanan usaha, filosofi budaya Songket Palembang, hingga tantangan industri kriya di tengah ekonomi kreatif.

Dampak Nyata bagi UMKM Binaan

Partisipasi di INACRAFT menjadi ajang bagi para pelaku UMKM untuk memperkuat identitas merek, memperluas jejaring bisnis, dan membuka peluang kolaborasi jangka panjang. PTBA optimistis, melalui sinergi antara perusahaan, Rumah BUMN, dan berbagai pemangku kepentingan, pemberdayaan UMKM dapat terus menciptakan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Muchsin Ridjan, jajaran Dekranas dan Dekranasda, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, serta organisasi kerajinan dunia seperti AHPADA, APCA, dan AGCF.

Bagikan
Sumber: ogindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks