TERNATE — Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, resmi mengukuhkan Ny. Rusni Sarbin sebagai Bunda Literasi Provinsi Maluku Utara dalam sebuah acara di Ballroom Bela Hotel Ternate, Senin (11/5/2026) pagi. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem literasi yang selama ini terhambat kondisi geografis kepulauan.
Sarbin Sehe mengungkapkan bahwa berdasarkan data BPS periode 2024–2025, minat baca masyarakat Maluku Utara masih tertinggal jauh. Namun, ia mencatat adanya peningkatan indeks literasi pada 2026 berkat kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi.
"Keterbatasan akses buku fisik di wilayah kepulauan serta rendahnya literasi digital masih menjadi tantangan. Karena itu, kehadiran Bunda Literasi sangat penting sebagai motor penggerak," ujarnya dalam sambutan.
Wagub menekankan bahwa Bunda Literasi harus mampu menjalankan program konkret. Beberapa di antaranya adalah pendirian Taman Baca Masyarakat (TBM), penguatan perpustakaan digital, dan gerakan membaca keluarga minimal 15 menit sehari.
Usai dikukuhkan, Ny. Rusni Sarbin langsung melanjutkan agenda dengan mengukuhkan Bunda Literasi di tingkat kabupaten/kota se-Maluku Utara. Pola pengukuhan berjenjang ini diharapkan mampu memperluas jangkauan gerakan literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminudin Aziz, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa perubahan bangsa tidak cukup hanya dengan membangun gedung perpustakaan. "Kita perlu menggerakkan kebiasaan membaca dari rumah," katanya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara Mulyadi Tutupoho, serta jajaran pengurus TP-PKK kabupaten/kota. Acara kemudian ditutup dengan pemaparan penguatan literasi oleh Kepala Perpusnas RI.