Toyota tetap memimpin penjualan mobil nasional April 2026 dengan selisih tipis. Namun kejutan datang dari BYD yang untuk pertama kalinya melampaui Honda. Pencapaian ini menandai pergeseran peta persaingan di segmen kendaraan elektrifikasi, berdasarkan data wholesales Gaikindo.
Data Gaikindo periode April 2026 menempatkan Toyota di puncak dengan total penjualan 28.500 unit dari pabrik ke dealer. Angka ini turun 4% dibanding Maret 2026, namun cukup mempertahankan posisi nomor satu. Peringkat kedua diraih Daihatsu dengan 22.100 unit, disusul Mitsubishi Motors yang mencatat 14.800 unit.
Pencapaian paling menonjol bulan lalu datang dari BYD. Pabrikan asal China ini membukukan penjualan 9.800 unit, melonjak 35% dari bulan sebelumnya. Hasil ini sekaligus menempatkan BYD di peringkat kelima, menggeser Honda yang hanya menjual 8.200 unit.
Lonjakan penjualan BYD didorong model BYD M6 yang berkontribusi 4.500 unit dan Atto 3 sebanyak 3.100 unit. Sebaliknya, Honda mengalami penurunan permintaan untuk model andalan Brio dan HR-V.
Kenaikan penjualan BYD turut mendorong pangsa pasar kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) secara nasional menjadi 12% pada April 2026. Angka ini naik dari 8,5% pada kuartal pertama tahun ini. Selain BYD, merek lain seperti Wuling dan Hyundai juga mencatat pertumbuhan di segmen elektrifikasi, meski tidak setinggi BYD.
Ketua Gaikindo, Yohannes Nangoi, menyatakan tren ini menunjukkan adopsi kendaraan listrik di Indonesia semakin massif. "Kontribusi BEV terhadap total penjualan nasional terus meningkat setiap bulan. Kami optimistis target 15% pada akhir 2026 bisa tercapai," ujarnya dalam konferensi pers Kamis (15/5).
Secara keseluruhan, penjualan mobil nasional pada April 2026 mencapai 101.500 unit. Angka ini turun 2% dari Maret 2026 yang mencatat 103.600 unit. Penurunan tipis ini masih dalam tren normal menjelang periode Lebaran di mana aktivitas distribusi cenderung melambat.
Suzuki mempertahankan posisi keempat dengan 10.200 unit, didukung model Ertiga dan XL7. Sementara Honda harus puas di peringkat keenam dengan 8.200 unit, disusul Hyundai (5.700 unit), Wuling (4.300 unit), Isuzu (3.900 unit), dan DFSK (2.100 unit) untuk melengkapi daftar sepuluh besar.