Rupiah Melemah ke 17.541 per Dolar AS, Terkikis oleh Tekanan Global dan Kebutuhan Dolar Musiman

Penulis: Fajar  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 11:02:59 WIB
Rupiah melemah ke level 17.541 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pagi ini.

MALUKU UTARA — Data Bloomberg menunjukkan bahwa rupiah dibuka di level 17.515 per dolar AS, namun dengan cepat melemah hingga mencapai 17.541 pada pukul 09.52 WIB. Dalam konteks yang lebih luas, mayoritas mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS, dengan rupee India turun 0,34%, won Korea Selatan 0,29%, dan yen Jepang 0,04%.

Penyebab Tekanan Terhadap Rupiah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan bahwa peningkatan tekanan terhadap rupiah dipicu oleh ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, yang mendorong harga minyak naik. Selain itu, ada kebutuhan dolar yang meningkat untuk pembayaran utang luar negeri, dividen, dan biaya ibadah haji.

  • Rupiah melemah 0,08% menjadi 17.541 per dolar AS.
  • Kenaikan harga minyak akibat ketidakstabilan di Timur Tengah.
  • Kenaikan permintaan dolar untuk pembayaran utang dan dividen.

Langkah BI dalam Mengatasi Pelemahan Rupiah

Destry menegaskan bahwa BI akan tetap berkomitmen melakukan intervensi cerdas di pasar, baik melalui pasar spot maupun berbagai instrumen operasi moneter lainnya. "Kami berharap langkah ini dapat mengurangi tekanan pada nilai tukar rupiah," ujarnya dalam keterangan resmi.

Outlook Pasar dan Kepercayaan Investor

Meskipun terjadi pelemahan, Destry mencatat bahwa aliran modal asing ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SRBI) menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Pada bulan April, aliran modal asing mencapai Rp 61,6 triliun, mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset portofolio Indonesia.

Ketersediaan likuiditas valas di pasar domestik juga terpantau tinggi. Pertumbuhan dana pihak ketiga dalam valuta asing pada akhir Maret mencapai 10,9% secara tahunan. "Kami memperkirakan bahwa tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda, memungkinkan nilai tukar rupiah kembali ke level fundamentalnya," tambah Destry.

Fakta Singkat:

  • Rupiah melemah ke 17.541 per dolar AS.
  • Aliran modal asing masuk ke SBN dan SRBI mencapai Rp 61,6 triliun pada April.
  • Pertumbuhan dana pihak ketiga valas tumbuh 10,9% secara tahunan di akhir Maret.
Reporter: Fajar
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top