TERNATE — Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, Wakapolda Maluku Utara, menjadi bagian dari forum strategis yang digelar di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini mempertemukan Forkopimda Plus dari Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Pertemuan berlangsung di Ballroom Merumatta Hotel Senggigi. Hadir pula Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A.,Ph.D, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Wakil Menteri Dalam Negeri, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, serta Pangdam IX/Udayana.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan forum ini bukan ajang seremonial pemberian penghargaan semata. Lebih dari itu, momentum konsolidasi antar pimpinan daerah menjadi tujuan utama.
“Pemilihan regional ini mempertimbangkan keselarasan karakter wilayah, sehingga kompetisi menjadi lebih berimbang,” ujar Tito di hadapan para peserta. Ia merujuk pada pemilihan regional Nusa Tenggara–Maluku yang dinilai memiliki karakter wilayah serupa.
Mantan Kapolri itu membeberkan tiga elemen penting dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan daerah. Pertama, soliditas Forkopimda yang memiliki pengaruh kuat di masing-masing instansi.
Kedua, peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Ia menyebut FKUB krusial, terutama di wilayah yang rentan terhadap isu keagamaan. Ketiga, pembentukan Tim Penanggulangan Konflik Sosial yang ditunjuk langsung oleh kepala daerah.
Tim ini, menurut Tito, berfungsi merespons cepat setiap potensi gangguan. Sinergi antar pimpinan daerah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas.
Bagi Maluku Utara, forum ini menjadi ruang menyamakan persepsi dan langkah strategis antar pemangku kepentingan. Wakapolda Stephen M. Napiun membawa pulang arahan langsung dari pemerintah pusat untuk diterapkan di wilayahnya.
Pemerintah pusat berharap, melalui kegiatan ini, stabilitas keamanan dan politik di kawasan timur Indonesia dapat terus terjaga secara berkelanjutan. Koordinasi lintas daerah pun diyakini akan semakin erat pasca pertemuan di Lombok tersebut.