MALUKU UTARA — Kenaikan harga BBM nonsubsidi pada awal Mei 2026 lalu masih berlaku hingga akhir pekan ini. Pertamina mempertahankan struktur harga yang sama untuk semua produk nonsubsidi di seluruh Indonesia. Kebijakan ini mencakup Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Dari data yang dirilis Pertamina Patra Niaga, Dexlite menjadi varian nonsubsidi dengan kenaikan harga terdalam. Di wilayah Jawa dan Bali, harga Dexlite kini mencapai Rp 26.000 per liter. Sementara itu, konsumen di Riau dan Kalimantan Selatan harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp 27.150 per liter.
Perbedaan harga antarprovinsi ini dipengaruhi oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah. Semakin tinggi tarif PBBKB, semakin mahal pula harga BBM di SPBU setempat.
Berikut rincian harga BBM nonsubsidi yang berlaku saat ini di berbagai wilayah Indonesia:
Khusus wilayah Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam, harga BBM cenderung lebih rendah akibat regulasi khusus yang berlaku di kawasan perdagangan bebas tersebut.
Pada daftar harga terbaru, Pertamina juga mencantumkan Pertamax Green 95 di beberapa wilayah. Produk dengan oktan 95 ini dibanderol Rp 12.900 per liter di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur. Varian ini menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan bahan bakar setara Pertamax Turbo dengan harga lebih rendah.
Bagi Anda yang hendak bepergian jauh, pastikan mengecek ketersediaan stok di SPBU tujuan sebelum berangkat. Harga BBM nonsubsidi diperkirakan akan dievaluasi kembali oleh Pertamina pada bulan depan mengikuti fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.