SOFIFI — Sosok Kapolda Maluku Utara Irjen Waris Agono disebut meninggalkan jejak kuat di wilayah tersebut. Gaya kepemimpinan yang humanis dan dekat dengan masyarakat menjadi catatan tersendiri selama pria kelahiran 1972 itu bertugas di provinsi kepulauan ini.
Salah satu kebiasaan yang paling diingat adalah agenda turun langsung ke tengah warga. Irjen Waris Agono kerap mengunjungi kampung-kampung di sejumlah pulau tanpa protokol berlebihan.
Dalam berbagai kesempatan, ia duduk berdialog dengan nelayan, pedagang pasar, hingga tokoh pemuda. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menyerap aspirasi dan membangun kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian.
Tugas besar yang diemban Irjen Waris adalah mengamankan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Maluku Utara. Wilayah ini dikenal memiliki tingkat kerawanan politik yang tinggi. Di bawah komandonya, Polda Maluku Utara berupaya menjaga situasi tetap kondusif, terutama di daerah-daerah rawan konflik horizontal.
Ia menekankan pendekatan persuasif kepada semua pihak, bukan sekadar tindakan represif. Langkah ini dianggap berhasil meredam potensi gesekan antarpendukung selama proses demokrasi berlangsung.
Di luar tugas pengamanan, sosok Waris Agono juga dikenal karena perhatiannya pada isu-isu sosial. Salah satu momen yang menonjol adalah ketika ia turun langsung membantu warga yang terdampak bencana alam. Kehadirannya di lokasi bencana bukan sekadar formalitas, melainkan untuk memastikan bantuan tiba tepat sasaran.
Pendekatan humanis ini yang kemudian meninggalkan kesan mendalam. Banyak warga yang merasa bahwa Kapolda tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas.
Meski masa tugasnya telah berakhir, jejak kepemimpinan Irjen Waris Agono masih dibicarakan. Pola pendekatan yang mengedepankan dialog dan kebersamaan dianggap sebagai standar baru dalam pelayanan kepolisian di daerah. Warga berharap pendekatan serupa terus dilanjutkan oleh pejabat pengganti agar hubungan antara polisi dan masyarakat tetap erat.