Pemkot Ternate Matangkan Rakernas JKPI 2026, Tema "Episentrum Rempah Dunia" Siap Diusung ke Peserta dari 80 Kota Pusaka

Penulis: Ragil  •  Senin, 25 Mei 2026 | 20:32:36 WIB
Sekretaris Daerah Kota Ternate memimpin rapat evaluasi persiapan Rakernas JKPI XII di auditorium Bappelitbangda.

TERNATE — Panitia pelaksana Rakernas JKPI XII di Kota Ternate kini memasuki tahap krusial. Bukan sekadar menyiapkan gedung pertemuan, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, SE., MM, yang juga Ketua Panitia, memimpin rapat evaluasi di auditorium Kantor Bappelitbangda, Senin (25/5/2026). Fokusnya: memastikan setiap detail teknis dan substansi acara berjalan selaras.

Rakernas yang dijadwalkan berlangsung lima hari, 26 hingga 30 Agustus 2026, mengusung tema besar "Ternate Episentrum Rempah Dunia". Tema ini bukan sekadar hiasan. Rizal Marsaoly mengatakan, tema tersebut merepresentasikan posisi historis Ternate sebagai simpul penting jalur perdagangan rempah yang membentuk peradaban maritim dan interaksi budaya antarbangsa.

Kurasi Tematik: Lebih dari Sekadar Seremonial

Pemkot Ternate menempatkan kurasi tematik sebagai instrumen utama. "Rakernas JKPI nanti bukan sekadar agenda pertemuan antar daerah, tetapi menjadi ruang untuk memperlihatkan kekuatan sejarah, budaya, dan identitas Ternate kepada Indonesia bahkan dunia," ujar Rizal Marsaoly dalam rapat tersebut.

Dari sisi teknis, panitia menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung. Kesiapan sekretariat sebagai pusat koordinasi, penyediaan akomodasi bagi delegasi, hingga penguatan sistem komunikasi dan pendampingan tamu daerah menjadi perhatian utama. Setiap kepala daerah dan delegasi akan didampingi oleh Liaison Officer (LO) yang sudah dipersiapkan.

Peta Kegiatan: dari Benteng Oranje hingga Danau Tolire

Panitia telah memetakan sejumlah kawasan heritage sebagai titik utama kegiatan. Benteng Oranje, Kedaton Kesultanan Ternate, hingga Danau Tolire dinilai memiliki nilai historis dan visual yang kuat untuk merepresentasikan karakter Ternate sebagai kota kepulauan berbasis rempah.

Agenda utama mencakup heritage city tour, festival budaya, simposium internasional, pameran ekonomi kreatif dan UMKM, hingga penguatan publikasi media dan city branding daerah. Setiap agenda memiliki Person In Charge (PIC) yang tugasnya sudah disinkronkan dalam rapat evaluasi tersebut.

Pakaian Adat Seragam untuk Seluruh Peserta

Salah satu konsep yang disiapkan adalah penggunaan pakaian adat khas yang seragam bagi seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. Panitia menjadwalkan pendistribusian bahan kain adat ke seluruh daerah anggota JKPI mulai tahun ini.

Melalui pendekatan kurasi yang terstruktur, Pemkot Ternate ingin menghadirkan pelaksanaan Rakernas JKPI yang mampu memperlihatkan keterhubungan antara warisan sejarah, identitas budaya, pengembangan sektor pariwisata, hingga penguatan ekonomi kreatif daerah. Kota Ternate, yang pernah menjadi pusat perdagangan cengkih dan pala dunia, kini bersiap kembali menjadi episentrum—kali ini dalam forum kota pusaka Indonesia.

Reporter: Ragil
Sumber: ternatekota.go.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top