Rupiah Dekati Rp 17.900 Per Dolar AS Pagi Ini, Analis Sebut Sentimen Perang AS-Iran Jadi Pemicu

Penulis: Fajar  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 09:49:01 WIB
Rupiah melemah ke posisi Rp 17.855 per dolar AS pada perdagangan pagi ini.

JAKARTA — Rupiah kembali menghadapi tekanan di awal perdagangan, Kamis (28/5) pagi. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, mata uang Garuda melemah 0,30 persen atau 54 poin ke posisi Rp 17.855 per dolar AS.

Level ini hanya berjarak sekitar 45 poin dari batas bawah proyeksi analis yang memperkirakan rupiah hari ini bergerak di rentang Rp 17.750 hingga Rp 17.900 per dolar AS.

Pelemahan Rupiah Dipicu Serangan AS ke Iran

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan tekanan terhadap rupiah datang dari faktor eksternal. Menurutnya, berita penyerangan terbaru Amerika Serikat ke Iran membuat dolar AS menguat di pasar global.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat menyusul berita penyerangan terbaru AS ke Iran, memperumit prospek harapan pada perdamaian di Timur Tengah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Mata Uang Asia Ikut Terpuruk, Dolar Hong Kong Jadi Pengecualian

Pelemahan rupiah pagi ini sejalan dengan mayoritas mata uang kawasan Asia. Ringgit Malaysia turun 0,24 persen, dolar Singapura melemah 0,16 persen, dan yuan China terkoreksi 0,05 persen. Yen Jepang dan peso Filipina masing-masing turun 0,04 persen dan 0,18 persen.

Dolar Hong Kong menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan, naik tipis 0,03 persen terhadap greenback.

Tekanan Juga Melanda Mata Uang Negara Maju

Kondisi serupa terjadi di pasar mata uang utama negara maju. Euro Eropa turun 0,13 persen dan poundsterling Inggris melemah 0,19 persen. Dolar Australia menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 0,29 persen, disusul dolar Kanada turun 0,10 persen dan franc Swiss melemah 0,20 persen.

Lukman menambahkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor dominan yang mendorong penguatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Para pelaku pasar, kata dia, cenderung beralih ke aset safe haven di tengah ketidakpastian.

Reporter: Fajar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top