SOFIFI — Rombongan HMTP-UMMU disambut langsung oleh manajemen PT NHM di area operasional perusahaan. Selama dua hari, para peserta tidak hanya mendengar pemaparan materi, tetapi juga diajak meninjau langsung proses produksi dan teknologi yang digunakan di tambang emas tersebut.
Ketua Umum HMTP-UMMU, Vicky Rahman, mengatakan inisiatif ini merupakan program kerja himpunan yang sudah direncanakan sejak awal tahun. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru, meningkatkan motivasi belajar, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” ujar Vicky.
Menurutnya, pengalaman belajar di lingkungan industri menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami kondisi nyata yang akan mereka hadapi setelah lulus. Sesi diskusi interaktif dengan para teknisi dan engineer NHM menjadi salah satu momen yang paling dinantikan peserta.
Para peserta mendapatkan kesempatan mengenal budaya kerja profesional, standar keselamatan pertambangan, serta inovasi teknologi yang diterapkan NHM. Mereka juga melihat langsung bagaimana perusahaan mengelola operasional tambang dari hulu ke hilir.
“Kami sangat berterima kasih kepada manajemen PT NHM yang telah menerima dan memfasilitasi kegiatan ini dengan baik,” tambah Vicky. Ia berharap hubungan antara dunia pendidikan dan industri pertambangan di Maluku Utara bisa terus terjalin.
Studi industri ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara universitas dan perusahaan tambang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten. HMTP-UMMU menargetkan kegiatan serupa bisa dilakukan secara rutin setiap tahun.
Peserta mengaku pulang dengan wawasan baru tentang standar operasi tambang modern. Mereka optimistis pengalaman ini akan menjadi bekal berharga saat bersaing di pasar kerja, khususnya di sektor pertambangan yang menjadi tulang punggung ekonomi Maluku Utara.