Soccer League All-Stars Jadi Panggung Baru Perburuan Talenta Timnas U-16 Putri

Penulis: Fajar  •  Senin, 01 Juni 2026 | 02:53:01 WIB
Para pemain terbaik HYDROPLUS Soccer League bersaing dalam format Soccer League All-Stars di Kudus.

MALUKU UTARA — HYDROPLUS Soccer League, kompetisi yang baru saja menyelesaikan musim perdananya di Kudus, Jawa Tengah, tidak hanya berhenti sebagai ajang rutin. Turnamen yang berlangsung di Supersoccer Arena Rendeng ini akan melahirkan sebuah konsep anyar: Soccer League All-Stars. Delapan tim terbaik dari empat regional bakal dipertemukan dalam format yang belum pernah diterapkan di Indonesia untuk kategori putri.

Delapan Tim Berebut Tiket, Pemantau Timnas Mengintai

Konsep All-Stars ini dirancang bukan sekadar untuk mencari juara. Teddy Tjahjono menegaskan bahwa pihaknya akan menurunkan tim pemandu bakat (talent scouting) untuk menjaring pemain-pemain potensial. "Nantinya akan ada tim talent scouting yang menjaring para peserta All-Stars berbakat untuk memperkuat timnas Indonesia," ujar Teddy dalam keterangan resminya.

Para pemain yang terpilih nantinya akan dipersiapkan untuk berlaga di ajang Srikandi Merdeka Cup yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang, masih di Supersoccer Arena Kudus. Ini menjadi jembatan langsung dari kompetisi lokal menuju level nasional.

Putri Surakarta dan Scorpion FC Melaju ke Putaran Nasional

Sebelum masuk ke babak All-Stars, HYDROPLUS Soccer League musim 2025-2026 telah menghasilkan sejumlah nama juara. Di kategori U-15, Putri Surakarta berhasil mengamankan tiket ke putaran nasional sebagai runner-up. Mereka akan menemani Scorpion FC yang bertengger di puncak klasemen. Sementara di kelompok U-18, Samba Persada Women keluar sebagai juara setelah mengoleksi 34 poin, mengalahkan saingan terdekatnya, Putri Batang.

Kudus: Pusat Pembinaan yang Lahirkan Bintang Masa Depan

Plt. Ketua Askab PSSI Kabupaten Kudus, Taufan Hapsoro Putro, menyebut kebanggaan daerahnya menjadi salah satu dari empat regional penyelenggara. Ia menekankan pentingnya ekosistem pembinaan berjenjang agar para atlet muda yang lahir dari kompetisi seperti ini bisa menembus level profesional. "Semoga atlet dari Kudus yang juga berangkat dari pembinaan level usia dini di MLSC, dapat berbicara di tingkat yang lebih tinggi," ucap Taufan.

Dengan adanya konsep All-Stars yang langsung terhubung ke program Timnas U-16, kompetisi ini tidak lagi sekadar ajang tahunan. Ia menjadi etalase bakat yang hasilnya bisa langsung dirasakan oleh sepakbola putri Indonesia dalam waktu dekat.

Reporter: Fajar
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top