Bunda Literasi Ternate Buka Lomba Bertutur untuk 50 Siswa SD/MI, Cara Dispersip Tumbuhkan Minat Baca dan Cinta Budaya Lokal

Penulis: Yasir  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 15:55:31 WIB
Bunda Literasi Ternate Marliza M. Tauhid membuka Lomba Bertutur untuk 50 siswa SD/MI se-Kota Ternate.

TERNATE — Bunda Literasi Kota Ternate, Marliza M. Tauhid, membuka langsung Lomba Bertutur tingkat SD/MI se-Kota Ternate, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini digelar Dispersip setempat di lantai I gedung mereka.

Lomba mengusung tema “Melalui Lomba Bertutur Kita Tumbuhkan Minat Baca dan Kecintaan terhadap Budaya Lokal”. Sebanyak 50 peserta dari sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah mengikuti ajang yang berlangsung selama dua hari itu.

Hadir dalam pembukaan, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara Muliadi Tutupoho, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, Kepala Perpustakaan Khusus Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara Nanda R. Rahman, serta perwakilan Gramedia Kota Ternate.

Bukan Sekadar Bercerita, Tapi Memahami Isi Bacaan

Dalam sambutannya, Marliza menekankan bahwa lomba bertutur merupakan sarana efektif untuk meningkatkan minat baca anak. Menurutnya, kemampuan bertutur tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan membaca dan memahami berbagai sumber bacaan.

“Karena dengan bertutur tentunya membutuhkan referensi dan bahan bacaan yang nantinya menjadi media untuk menyampaikan cerita atau tutur,” kata Marliza.

Ketua TP-PKK Kota Ternate itu menilai, kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian anak tampil di depan umum. Lebih dari itu, lomba memperkaya wawasan peserta tentang sejarah, budaya, dan nilai-nilai lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Target: Lahirkan Pelopor Literasi yang Cinta Budaya Daerah

Marliza berharap para peserta yang meraih prestasi tidak berhenti pada ajang perlombaan semata. Mereka diharapkan menjadi pelopor literasi sekaligus generasi muda yang mencintai budaya daerah.

“Harapan kami, melalui lomba bertutur ini minat baca siswa SD dan Madrasah semakin baik, sekaligus menambah pengetahuan mereka tentang budaya dan sejarah,” ujarnya.

Guru Pendamping SD Islam Sahabat Cendekia, Trisna Amrida, mengapresiasi pelaksanaan lomba tersebut. Ia menilai kegiatan itu menjadi wadah yang baik untuk mengasah kemampuan literasi siswa secara menyeluruh.

Menurut Trisna, peserta tidak hanya dituntut mampu membaca, tetapi juga memahami isi cerita, menghayati pesan yang terkandung di dalamnya, hingga menyampaikannya kembali dengan baik kepada audiens.

“Dengan adanya kegiatan ini, apa yang dipelajari di sekolah bisa dipraktikkan dan menjadi bukti bahwa proses pembelajaran memberikan hasil,” katanya.

Latihan Dua Pekan, Optimistis Ulang Sukses Nasional

Trisna mengungkapkan, persiapan peserta dari sekolahnya dilakukan selama dua pekan. Fokus latihan diberikan pada pemahaman teks, pendalaman isi cerita, serta penguatan ekspresi saat tampil di hadapan dewan juri.

“Tahun lalu siswa kami berhasil meraih juara satu hingga tingkat nasional. Tahun ini kami kembali ikut dan optimistis bisa kembali meraih juara,” ujarnya.

Pada hari pertama, sebanyak 25 peserta tampil membawakan cerita yang telah dipersiapkan. Sementara 25 peserta lainnya dijadwalkan tampil pada hari kedua, Jumat (5/6/2026).

Setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilannya, dewan juri akan melakukan penilaian untuk menentukan para pemenang lomba bertutur tingkat Kota Ternate tahun 2026. Melalui kegiatan ini, Dispersip Kota Ternate berharap budaya membaca di kalangan pelajar terus tumbuh dan berkembang, sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah.

Reporter: Yasir
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top