GTX 1080 Ti adalah salah satu GPU yang terus disebut setiap kali Nvidia meluncurkan flagship baru. Kartu ini 30 persen lebih cepat dari GTX 1080 biasa, dengan selisih harga hanya 100 dolar AS. Nvidia juga membekalinya dengan VRAM 11GB—jumlah yang sangat murah hati di zamannya dan menjadi alasan utama kartu ini tetap relevan begitu lama.
Faktor itulah yang membuat beberapa pengamat mulai membandingkannya dengan GPU RTX generasi tertentu. Kartu RTX yang dimaksud menawarkan keseimbangan serupa: performa solid di kelasnya, harga yang tidak melambung jauh dari pendahulu, dan VRAM yang cukup besar untuk standar game modern.
VRAM menjadi kunci. Banyak kartu grafis lawas yang secara mentah masih kuat, tapi tersendat karena kehabisan memori di game baru. GTX 1080 Ti selamat dari nasib itu berkat 11GB-nya. Kartu RTX berusia empat tahun itu disebut memiliki keunggulan serupa, bahkan mungkin lebih panjang umurnya.
Yang membuat GTX 1080 Ti legendaris bukan semata kecepatan mentahnya saat rilis. Lebih dari itu, kartu ini hadir di momen yang tepat: harganya masuk akal untuk peningkatan performa yang ditawarkan, dan VRAM-nya cukup besar hingga bertahan melewati beberapa generasi game.
Kartu RTX yang kini disebut-sebut mengikuti jejak itu belum tentu secepat 1080 Ti di tolok ukur sintetis. Tapi dalam skenario dunia nyata—memainkan game-game berat beberapa tahun ke depan—kartu ini diyakini bakal tetap relevan lebih lama dari saudara-saudaranya yang lebih mahal atau lebih pelit VRAM.
Satu dekade dari sekarang, mungkin kita akan mendengar nama kartu itu disebut dengan nada hormat yang sama seperti GTX 1080 Ti hari ini.