MALUKU UTARA — Pernyataan tersebut disampaikan Tarik dalam konferensi pers jelang laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (4/6). Meski pertandingan ini masuk kalender resmi FIFA dan mempengaruhi peringkat dunia, pelatih Oman justru melihatnya sebagai bagian dari proses persiapan jangka panjang.
"Anda tahu, hasil tidak selalu menjadi hal yang paling penting dalam pertandingan persahabatan seperti ini," ujar Tarik Sektioui. Menurutnya, periode uji coba ini lebih dimanfaatkan untuk pengembangan tim secara kolektif maupun individu.
Pelatih berusia 47 tahun itu menjabarkan sederet target besar yang menanti Oman setelah laga kontra Tim Garuda. Piala Teluk Arab 2026 menjadi prioritas terdekat, disusul Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.
"Ini adalah kesempatan yang baik untuk melanjutkan persiapan kami untuk turnamen Teluk Arab berikutnya, untuk Piala Asia, dan mudah-mudahan insya Allah untuk Piala Dunia berikutnya," jelas Tarik. Kalender kompetitif yang padat membuat Oman harus pintar mengatur energi dan prioritas di setiap agenda pertandingan.
Meski menganggap hasil bukan segalanya, Tarik menegaskan timnya tetap akan bermain serius. Ia tidak ingin para pemain menganggap enteng lawan hanya karena status laga uji coba.
"Kami selalu mencoba untuk menang, dan akan mencoba mendapatkan sebanyak mungkin," tegasnya. Sikap ini menunjukkan bahwa meski prioritas ada di turnamen lain, laga melawan Indonesia tetap menjadi tolok ukur perkembangan skuad.
Bagi Timnas Indonesia, pernyataan ini justru bisa menjadi motivasi tambahan. Bermain di kandang sendiri melawan tim yang sedang dalam fase persiapan turnamen besar, Garuda berpeluang menguji ketajaman dan strategi.
Laga uji coba ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain lokal yang dipanggil pelatih Shin Tae-yong. Pertandingan akan berlangsung di SUGBK dengan kick-off dijadwalkan malam hari.