TERNATE — Kenaikan harga cabai rawit hingga Rp120 ribu per kilogram di Pasar Higienis Ternate menjadi perhatian utama para ibu rumah tangga dan pedagang pekan ini. Dari pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, harga tersebut melonjak drastis dari posisi Rp85 ribu per kilogram pada pekan sebelumnya.
Kenaikan harga cabai rawit tidak terjadi sendirian. Sejumlah bahan pokok lain juga mencatatkan kenaikan meski tidak setajam cabai. Berikut daftar harga barito di Pasar Higienis Ternate per Jumat (5/6/2026):
Kepala Disperindag Kota Ternate, Muhammad Rizal, mengatakan bahwa lonjakan harga cabai rawit disebabkan oleh menurunnya pasokan dari petani di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Tengah. “Memasuki Juni, intensitas hujan tinggi menyebabkan gagal panen di beberapa titik. Akibatnya, pasokan ke Ternate berkurang hingga 40 persen,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).
Ia menambahkan bahwa kondisi ini diperparah oleh tingginya permintaan menjelang akhir pekan. Para pedagang di Pasar Higienis pun terpaksa menaikkan harga jual untuk menutup biaya pengadaan yang lebih mahal dari distributor.
Kenaikan harga cabai rawit langsung terasa di lapak-lapak sayur. Siti Aminah, seorang pedagang sayur di Pasar Higienis, mengaku omzetnya turun karena banyak pembeli yang mengurangi jumlah belanja. “Biasanya beli seperempat kilo, sekarang cuma beli dua ons atau malah beralih ke cabai kering,” katanya.
Di sisi lain, pembeli seperti Ruslan Hi. Abdullah, warga Kelurahan Tanah Raja, mengeluhkan beban belanja yang semakin berat. “Harga cabai naik terus. Kadang saya beli sedikit saja, yang penting ada rasa pedas di masakan,” ujarnya.
Menanggapi situasi ini, Disperindag Kota Ternate berencana menggelar operasi pasar (OP) cabai rawit awal pekan depan. Muhammad Rizal menyebut bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor di Sulawesi Utara untuk mendatangkan pasokan tambahan. “Kami targetkan harga bisa kembali ke Rp80 ribu-Rp90 ribu per kilogram dalam sepekan ke depan,” pungkasnya.