PAMA Tanam 15 Hektare Pohon Endemik di IKN, Dukung Konsep Smart Forest City

Penulis: Saiful  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 15:45:31 WIB
PAMA menanam 15 hektare pohon endemik sebagai bagian dukungan terhadap konsep Smart Forest City di IKN.

MALUKU UTARA — Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa aksi tanam pohon tak boleh berhenti sebagai agenda tahunan. "Kita ingin menjadikan penanaman pohon sebagai lifestyle. Saat ini hampir semua pengunjung yang datang ke IKN ingin ikut menanam pohon," ujarnya di lokasi, Jumat (5/6).

Basuki mengungkapkan, OIKN telah menyiapkan lebih dari 16 hektare area penanaman yang melibatkan berbagai komunitas—mulai dari diaspora, HIPMI, Kadin, hingga organisasi keagamaan dan unsur legislatif-yudikatif. "Semua orang kalau liburan Nataru, liburan Iduladha, Idulfitri, itu pengennya menanam pohon. Lumayan, ada 150 orang, ada 70 orang, ada 200 orang itu nanam, kita siapin tanahnya," imbuhnya.

Menurutnya, upaya ini merupakan bagian dari rewilding atau mengembalikan kawasan menjadi habitat alami. "Kalau kita mulai menanam sekarang, 15 tahun lagi kawasan ini bisa menjadi hutan yang rimbun. Karena itu yang saya lakukan adalah terus menanam, menanam, dan menanam," tegas Basuki. Jenis pohon lokal seperti ulin, pelawan, nyamplung, tanjung, pule, dan beringin menjadi fokus penanaman untuk memperkuat ekosistem hutan tropis Kalimantan.

Eco Edu Forest: Laboratorium Alam untuk Generasi Mendatang

PAMA juga melengkapi kawasan Eco Edu Forest dengan mini nursery sebagai pusat pembibitan tanaman. "Komitmen ini merupakan pengembangan dari program PAMA Eco Edu Forest yang dirancang tidak hanya sebagai upaya menciptakan kawasan hijau, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan laboratorium alam bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang di IKN," ujar perwakilan Manajemen PAMA.

Perusahaan menanam spesies lokal Indonesia seperti Rusa Sambar di area seluas sekitar 15 hektare. "Langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata dalam pengembangan ekosistem, peningkatan tutupan vegetasi, serta penguatan kondisi ekologis kawasan," katanya. Program edukasi terkait keanekaragaman hayati, konservasi habitat, dan keseimbangan ekosistem juga akan dijalankan.

Kementerian Kehutanan dan UGM: Kolaborasi Jadi Kunci

Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan Zainal Arifin menyebut kegiatan ini sebagai upaya mengembalikan karakteristik hutan hujan tropis Kalimantan di IKN. "Kata kuncinya adalah kolaborasi. Seluruh pihak perlu bekerja sama, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta," ungkapnya.

Zainal menjelaskan, Persemaian Mentawir yang memiliki kapasitas produksi hingga 15 juta bibit per tahun saat ini baru berproduksi sekitar 2 juta bibit karena keterbatasan anggaran. Pihaknya membuka peluang kerja sama dengan swasta, termasuk PAMA, untuk meningkatkan kapasitas produksi bibit endemik seperti ulin dan meranti. "Yang terpenting, kerja sama ini bukan untuk tujuan komersial. Produksi bibit digunakan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan pemulihan lingkungan di kawasan IKN," ujarnya.

Sementara itu, Rektor UGM Ova Emilia menegaskan komitmen kampusnya mendukung IKN sebagai kota hutan berkelanjutan. UGM memiliki pengalaman panjang dalam rehabilitasi hutan melalui pengelolaan kawasan Wanagama yang menjadi laboratorium hidup pendidikan dan penelitian. "Wanagama Nusantara diharapkan menjadi kawasan yang mampu menjaga tata air dan mendukung pertumbuhan vegetasi secara berkelanjutan," ucap Ova. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha terus diperkuat. "UGM siap menjadi lokomotif yang menggerakkan kolaborasi agar cita-cita mewujudkan IKN sebagai kota hutan yang berkelanjutan dapat tercapai."

Reporter: Saiful
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top