MALUKU UTARA — Logam mulia Antam dibanderol Rp2,711 juta per gram pada perdagangan hari ini, naik Rp12.000 dari posisi Rp2,699 juta per gram pada perdagangan sebelumnya. Harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut naik Rp10.000 menjadi Rp2,446 juta per gram.
Kenaikan harga emas domestik tak lepas dari sentimen eksternal. Pasar global tengah berspekulasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan memangkas suku bunga acuannya lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi pada pekan lalu memperkuat ekspektasi tersebut.
Ketika suku bunga acuan turun, imbal hasil obligasi pemerintah AS cenderung melemah. Kondisi ini membuat aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas menjadi lebih atraktif dibandingkan instrumen pendapatan tetap.
Berikut rincian harga emas Antam untuk berbagai pecahan pada hari ini:
Selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp265.000 per gram. Angka ini lebih lebar dibandingkan rata-rata historis yang biasanya berkisar antara Rp200.000 hingga Rp250.000 per gram. Bagi investor yang berburu capital gain, selisih ini menjadi pertimbangan penting karena keuntungan baru tercatat ketika harga jual di pasar sekunder sudah melampaui harga beli plus spread tersebut.
Analis memproyeksikan tren bullish emas masih akan berlanjut dalam jangka pendek. Jika data ketenagakerjaan AS berikutnya juga menunjukkan pelemahan, tekanan terhadap The Fed untuk memangkas suku bunga akan semakin besar. Hal ini berpotensi mendorong harga emas global menembus level resisten terdekatnya.
Investasi mengandung risiko. Calon pembeli disarankan mencermati selisih harga jual dan buyback serta mempertimbangkan tujuan investasi jangka panjang sebelum membeli logam mulia.