Jensen Huang tidak mau ambil risiko. CEO Nvidia itu baru saja mengucurkan dana segar puluhan triliun rupiah ke pemasok komponen optik demi memastikan rantai pasok AI-nya tidak tersendat. Targetnya jelas: meningkatkan produksi wafer indium phosphide (InP) di pabrik Coherent, Sherman, Texas, hingga empat kali lipat dari kapasitas saat ini.
Investasi ini bukan iseng. Dalam sambutannya di Computex pekan lalu, Huang bahkan menyebut teknologi optik akan membuat Marvell menjadi perusahaan bernilai triliun dolar berikutnya. Kini, ia mulai membuktikan omongannya dengan uang.
Semakin besar sistem AI, semakin besar pula kebutuhan akan koneksi antar-chip. Di rak server yang berisi ribuan akselerator, kabel tembaga sudah tidak memadai. Optik menjadi satu-satunya jalan untuk mentransfer data dalam jumlah besar tanpa hambatan latensi atau panas berlebih.
Coherent adalah pemasok utama komponen optik itu. Perusahaan ini mengoperasikan delapan pabrik wafer di Amerika Serikat yang memproduksi semikonduktor untuk sumber laser dan modul optik. Produk berbasis InP buatan mereka digunakan pada laser, fotodetektor, dan modulator yang menjadi jantung interkoneksi optik.
Untuk membiayai ekspansi ini, Coherent tidak hanya mengandalkan uang Nvidia. Perusahaan ini juga mendapatkan 20 juta dolar AS dari Texas Semiconductor Innovation Fund dan Sherman Economic Development Corporation, plus tambahan hingga 50 juta dolar AS dari CHIPS and Science Act — undang-undang industrial AS yang dirancang untuk mengembalikan produksi semikonduktor ke dalam negeri.
Total dana yang dialokasikan mencapai 650 juta dolar AS. Sebagian besar akan digunakan untuk memperluas bangunan pabrik dan memasang peralatan produksi baru. Coherent mengklaim ekspansi ini akan menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja baru, dengan 550 di antaranya di bidang manufaktur maju, teknik, dan peran teknis.
Perusahaan belum mengungkapkan kapan perluasan pabrik akan rampung.
Coherent bukan satu-satunya pemasok optik yang dibiayai Nvidia. Musim semi ini, GPUzilla — julukan untuk Nvidia — juga menginvestasikan 2 miliar dolar AS ke Lumentum, produsen transceiver pluggable, sakelar sirkuit optik, dan modul laser untuk pusat data. Kurang dari sebulan kemudian, Nvidia kembali menggelontorkan 2 miliar dolar AS ke Marvell untuk mempercepat pengembangan fotonik silikon mereka.
Total investasi Nvidia di tiga perusahaan optik dalam hitungan bulan: 6 miliar dolar AS, atau setara Rp 96 triliun. Angka yang menunjukkan betapa seriusnya Jensen Huang membangun benteng pasokan untuk era AI yang semakin haus daya komputasi dan konektivitas.