MALUKU UTARA — Stokes dan Atkinson, dua pilar timnas Inggris, tengah dalam penyelidikan ECB (England and Wales Cricket Board) dan Cricket Regulator. Insiden terjadi saat keduanya melanggar batas jam malam tim di sebuah klub malam London, merayakan kemenangan di Test pertama. Seorang anggota staf keamanan Inggris bahkan menjadi korban pukulan dari pemain rugby Saracens di lokasi yang sama.
Kekhawatiran sempat muncul bahwa Stokes yang berusia 35 tahun bisa memutuskan pensiun. Namun, kekhawatiran itu mereda setelah ia kembali berlatih bersama Durham pada Sabtu lalu. Kini, Stokes dipastikan akan tampil untuk ketiga kalinya musim ini di ajang domestik.
Head coach Inggris, Brendon McCullum, mengaku "khawatir" dan "prihatin" dengan kondisi Stokes saat berhadapan dengan media, Selasa lalu. Ia enggan berspekulasi soal masa depan Stokes sebagai kapten atau pemain Inggris.
Namun, sehari berselang, nada berbeda datang dari Durham. Pelatih kepala Ryan Campbell menyebut Stokes dalam "semangat yang baik" dan siap bermain.
"Dia sangat fokus untuk kembali ke lapangan dan melakukan apa yang terbaik untuk Durham," ujar Campbell, Rabu.
Dengan absennya Stokes, Joe Root mengambil alih ban kapten Inggris untuk Test kedua melawan Selandia Baru di The Oval. Root mengaku menjalankan tugas itu secara "per pertandingan" alias tanpa komitmen jangka panjang.
Keputusan soal ketersediaan Stokes dan Atkinson untuk Test ketiga di Trent Bridge, yang dimulai Kamis depan, harus sudah diumumkan paling lambat Senin. ECB dan Regulator diharapkan memberikan kejelasan akhir pekan ini.
Jika keduanya dinyatakan bersih dan bisa dimainkan, mereka berpotensi ditarik kembali dari skuad county dan digantikan pemain lain di skuad Inggris.