Pemerintah Tunggu Dampak Nyata Perdamaian AS-Iran ke Harga BBM Non-Subsidi di Dalam Negeri

Penulis: Yasir  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 23:20:01 WIB
Menteri Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah belum menurunkan harga BBM non-subsidi meski harga minyak dunia turun.

MALUKU UTARA — Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan belum akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dalam waktu dekat meskipun harga minyak mentah dunia sudah turun pasca perdamaian Amerika Serikat dan Iran. Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menegaskan bahwa penyesuaian harga tidak terjadi secara otomatis dan masih perlu dikaji lebih lanjut.

"Dengan kembali terbukanya Selat Hormuz kan kita baru lihat penyesuaian terhadap harga lagi," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Menurut Airlangga, faktor utama yang menjadi perhatian pemerintah adalah implementasi perjanjian damai antara AS dan Iran di lapangan. Selain itu, pendistribusian pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah juga masih berlangsung dan belum sepenuhnya lancar. "Ya barangnya sampai di mana kan kita lihat," ujarnya.

Harga Minyak Sudah di Bawah USD 80, Tapi Belum ke Konsumen

Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa harga minyak mentah dunia sudah menunjukkan tren penurunan. "Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS per barel) dan harapannya ini akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita," kata Rosan usai mengikuti pengarahan oleh Presiden Prabowo Subianto terhadap jajaran direksi dan komisaris bank Himbara di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Kendati demikian, penurunan harga minyak mentah belum langsung berdampak pada harga BBM di SPBU. Pemerintah masih menunggu kepastian distribusi dan stabilitas pasokan global sebelum mengambil keputusan soal harga jual di dalam negeri.

Perdamaian AS-Iran Jadi Sentimen Positif untuk Ekonomi Nasional

Rosan Roeslani menyatakan bahwa pemerintah menyambut positif kesepakatan damai antara AS dan Iran. Nota kesepahaman untuk mengakhiri perang yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Republik Islam Iran telah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump pada Kamis dini hari.

"Dan kita harus optimis ke depannya perekonomian kita akan berjalan baik, berjalan maju, apalagi tadi disampaikan juga dengan kesepakatan dari Presiden Trump dan juga pemerintah Iran," tambah Rosan.

Pemerintah optimistis perdamaian ini akan membawa stabilitas harga energi global yang pada akhirnya berdampak positif pada perekonomian nasional. Namun, masyarakat tetap harus menunggu kepastian lebih lanjut terkait kebijakan harga BBM non-subsidi dalam beberapa pekan ke depan seiring pemantauan realisasi perjanjian dan distribusi minyak dunia.

Reporter: Yasir
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top