MALUKU UTARA — Giuliano Simeone, putra pelatih Atletico Madrid Diego Simeone, akhirnya mencatatkan penampilan perdananya di Piala Dunia 2026. Laga melawan Yordania menjadi panggung pembuktian bagi pemuda yang kini membela Alaves tersebut. Debut ini bukan sekadar caps pertama, melainkan manifestasi dari sebuah janji pribadi.
Tepat pada 2023, Giuliano sempat melontarkan pernyataan yang kini terbukti. Ia bertekad untuk mengikuti jejak sang ayah yang legendaris, yakni membela Argentina di ajang paling bergengsi sepak bola.
"Saya akan bekerja keras untuk bisa ada di skuad Piala Dunia 2026," ujarnya kala itu. Kini, pernyataan tersebut bukan lagi sekadar wacana.
Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan. Kepercayaan pelatih Lionel Scaloni kepada Giuliano menunjukkan kedalaman skuad Albiceleste yang luar biasa.
Masuk sebagai pemain pengganti, Giuliano langsung menunjukkan energi khas keluarga Simeone. Ia tak ragu melakukan tekel dan pressing tinggi, gaya bermain yang diwarisi dari ayahnya.
Diego Simeone sendiri adalah legenda Argentina yang tampil di Piala Dunia 1994, 1998, dan 2002. Kini, nama keluarga itu kembali bersinar di panggung global melalui sang putra.
Giuliano bukan satu-satunya anak Diego yang menjadi pesepakbola. Kakaknya, Giovanni, juga bermain untuk Napoli dan Timnas Argentina. Namun, debut di Piala Dunia menjadi pencapaian spesial yang baru diraih Giuliano.
Perjalanan Giuliano tak selalu mulus. Cedera parah sempat menghambat kariernya. Namun, kerja keras dan mental baja membuatnya bangkit tepat waktu untuk turnamen terbesar di dunia.
Debut ini bisa menjadi awal dari perjalanan panjang Giuliano bersama Argentina. Dengan usia yang masih 23 tahun, ia berpotensi menjadi andalan di lini depan untuk beberapa edisi Piala Dunia mendatang.
Bagi para penggemar sepak bola Indonesia, kisah Giuliano Simeone adalah contoh nyata bahwa ambisi yang diucapkan dengan lantang bisa diwujudkan dengan kerja nyata. Piala Dunia 2026 baru saja dimulai, dan nama Simeone kembali terukir di dalamnya.