BMKG Ternate Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi 2,5 Meter di 16 Titik Perairan Maluku Utara hingga 6 Juli 2026

Penulis: Fajar  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 19:51:32 WIB
BMKG Ternate mengeluarkan peringatan gelombang tinggi hingga 2,5 meter di 16 titik perairan Maluku Utara.

TERNATE — Nelayan dan operator kapal di Maluku Utara diminta menunda pelayaran menyusul peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG. Tinggi gelombang rata-rata di perairan wilayah itu diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter selama empat hari ke depan, terhitung sejak Jumat (3/7/2026).

16 Titik Perairan Masuk Zona Waspada

Berdasarkan data BMKG Ternate, gelombang tinggi berpeluang terjadi di 16 titik yang tersebar di empat wilayah utama. Di Morotai dan Halmahera, titik rawan meliputi Perairan Barat Laut Morotai, Timur Laut Morotai, Kepulauan Loloda, Halmahera Barat, Timur Kepulauan Halmahera, dan Teluk Weda.

Wilayah Ternate dan Kepulauan Sula/Taliabu mencakup Perairan Ternate, Barat Kayoa, Barat Bacan, Gebe, Utara Mangoli, Timur Sanana, Barat Sanana, dan Perairan Selatan Taliabu. Sementara itu, Pulau Obi masuk dalam zona waspada di perairan Barat Laut, Barat Daya, Timur Laut, dan Tenggara Obi.

Angin 25 Knot Picu Risiko bagi Perahu Nelayan dan Tongkang

Prakirawan BMKG Ternate, Marina Zahrina Ismah Albaar, menjelaskan bahwa situasi ini dipicu oleh pola angin yang bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya di utara khatulistiwa dengan kecepatan 5-20 knot. Di selatan khatulistiwa, angin bertiup dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 5-25 knot.

"Rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara saat ini diprediksi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter," ungkap Marina dalam rilis resmi BMKG Ternate, Kamis (2/7/2026).

BMKG memberikan batas aman spesifik berdasarkan jenis armada. Perahu nelayan disebut berisiko tinggi jika kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara kapal tongkang masuk kategori berbahaya jika angin mencapai 16 knot dengan gelombang 1,5 meter.

BMKG Imbau Pelayaran Ditunda jika Kondisi Memburuk

Menanggapi potensi bahaya tersebut, BMKG mengimbau para nakhoda, motoris, serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Perusahaan pelayaran diminta tidak memaksakan diri dan sebaiknya menangguhkan keberangkatan jika kondisi laut memburuk demi keselamatan bersama.

Masyarakat di pesisir dan pengguna transportasi laut diharapkan terus memantau informasi terkini mengenai cuaca dan gelombang melalui kanal resmi BMKG serta instansi berwenang setempat.

Reporter: Fajar
Sumber: indotimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top