MALUKU UTARA — Video yang beredar di media sosial memperlihatkan Hossam dan Ibrahim Hassan terlibat adu mulut dengan seorang polisi Dallas. Cekcok diduga dipicu oleh seorang pemain Mesir yang hendak berfoto dengan penggemar cilik di lobi hotel. Petugas kemudian mendekati Hossam Hassan, namun interaksinya dengan Ibrahim Hassan berujung dorong-dorongan.
Kepolisian Dallas mengeluarkan pernyataan resmi bahwa petugas mereka sedang merespons laporan dari keamanan hotel tentang seseorang tanpa kredensial acara yang mencoba masuk. Pihak kepolisian mengaku masalah telah diselesaikan di tempat dan mereka bertemu dengan perwakilan Mesir untuk membahas kekhawatiran kedua belah pihak.
“Kami sangat senang berada di turnamen ini dan puas dengan personel keamanan yang mendampingi kami,” ujar Hossam Hassan melalui penerjemah, Jumat (28/7). Ia menambahkan bahwa timnya telah menerima permintaan maaf dari polisi.
Hassan menjadi orang pertama yang pernah menjadi pemain sekaligus pelatih Mesir di Piala Dunia. Ia merayakan kemenangan pertama negaranya di babak gugur dengan mengibarkan bendera Palestina di tengah lapangan. “Hati dan jiwaku bersama mereka,” katanya dalam wawancara emosional usai pertandingan.
Yahia Qalash, mantan ketua Serikat Wartawan Mesir, menyebut aksi Hassan sebagai “momen paling signifikan” dan “gambaran yang berbicara banyak di momen luar biasa.” Hassan mendedikasikan kemenangan itu untuk rakyat Mesir dan Palestina yang “baik dan mulia.”
FIFA menyatakan tidak ada larangan menampilkan bendera Palestina di Piala Dunia. “Bendera yang mewakili 211 asosiasi anggota FIFA diizinkan di turnamen FIFA,” kata juru bicara FIFA. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada indikasi sanksi terhadap Hossam Hassan.