MALUKU UTARA — Regulasi yang awalnya diajukan sebagai draf pada Februari lalu kini telah difinalisasi. Aturan ini secara spesifik menargetkan fungsi-fungsi yang berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara, yang selama ini kerap dipindahkan ke dalam layar sentuh oleh berbagai pabrikan, terutama pabrikan mobil listrik asal China.
Daftar fungsi yang wajib memiliki kontrol fisik mencakup elemen paling krusial dalam berkendara. Mulai dari sein, lampu hazard, klakson, hingga tuas transmisi P-R-N-D. Fungsi lain seperti wiper kaca depan, defroster, power window, dan klakson darurat untuk mobil listrik juga masuk dalam daftar.
Regulator China juga mewajibkan kontrol fisik untuk sistem panggilan darurat dan fitur bantuan pengemudi jika tersedia. Tak hanya sekadar ada, aturan ini juga menetapkan standar ukuran dan kemudahan penggunaan tombol-tombol tersebut.
Kekhawatiran utama yang mendorong lahirnya aturan ini adalah risiko keamanan saat layar sentuh mengalami lag atau crash. Bayangkan layar sentuh tiba-tiba tidak merespons saat Anda harus menyalakan defroster di tengah hujan deras atau kabut tebal. Situasi seperti ini dianggap terlalu berbahaya untuk diabaikan.
Fenomena ini bukan isapan jempol. Sejumlah pabrikan, termasuk Tesla dan berbagai merek mobil listrik China, sudah mulai mengurangi ketergantungan pada layar sentuh dan mengembalikan tuas serta tombol fisik setelah menerima banyak keluhan dari konsumen. Kini, pemerintah China mengambil langkah lebih tegas dengan menjadikannya kewajiban hukum.
Tesla menjadi salah satu aktor utama yang mendorong tren mobil tanpa tombol fisik, dimulai dari Model S generasi pertama. Fitur seperti pengganti tuas transmisi dan kontrol wiper pun dipindahkan ke layar sentuh. Kini, pendekatan itu harus diubah untuk pasar China, pasar terbesar Tesla di luar AS.
Regulasi ini juga menjadi pukulan bagi pabrikan mobil listrik China yang selama ini berlomba-lomba menghilangkan tombol demi desain interior yang minimalis dan futuristik. Mulai Juli 2027, setiap mobil baru yang dijual di China harus memiliki tombol fisik untuk fungsi-fungsi yang sudah ditetapkan.
China bukan satu-satunya kawasan yang bergerak ke arah ini. Euro NCAP, lembaga penguji keselamatan mobil Eropa, juga sudah menerapkan aturan serupa. Untuk meraih peringkat keamanan bintang lima, mobil harus memiliki kontrol fisik untuk fungsi-fungsi tertentu.
Lain halnya dengan Amerika Serikat. Regulator di Negeri Paman Sam dinilai bergerak lambat dalam merespons tren ini. Namun, dengan China yang merupakan pasar otomotif terbesar dunia menerapkan aturan ini, bukan tidak mungkin pabrikan global akan mulai menerapkan standar yang sama secara sukarela di seluruh lini produk mereka.
Regulasi ini juga menjadi yang kedua dalam waktu dekat. Sebelumnya, pemerintah China juga melarang penggunaan gagang pintu tersembunyi (hidden door handles) pada mobil baru, yang akan berlaku mulai Januari 2026.