TERNATE — Tak ada lagi sekolah yang dianggap lebih unggul di Kota Ternate. Pemerintah Kota memastikan seluruh satuan pendidikan, termasuk sekolah menengah pertama, memiliki kedudukan dan kualitas yang setara. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Wali Kota H. M. Tauhid Soleman di hadapan 337 peserta didik baru SMP Negeri 6 Ternate.
“Kehadiran kami turut memberikan motivasi sekaligus menunjukkan bahwa sekolah pilihan di Ternate sangat banyak, sesuai jalur yang tersedia,” ujar Tauhid dalam sambutannya.
MPLS di SMP Negeri 6 Ternate berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Selain pengenalan lingkungan sekolah, kegiatan ini dirancang untuk membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab siswa. Kepala SMP Negeri 6 Ternate, Astuti Djumati, menjelaskan bahwa peserta didik baru dibagi ke dalam 10 gugus dengan masing-masing sekitar 34 siswa.
“Selama MPLS, mereka mengikuti pengenalan tata tertib, pembiasaan Program Anak Indonesia Hebat, edukasi pemilahan sampah, hingga penguatan pendidikan karakter,” kata Astuti.
Wali Kota Tauhid juga menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Menurutnya, berbagai penyempurnaan telah dilakukan sehingga proses penerimaan berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Keluhan masyarakat yang sempat muncul pada pelaksanaan lalu berhasil diminimalkan oleh Dinas Pendidikan setempat.
“Penerapan SPMB tahun ini juga mengalami perbaikan yang signifikan sehingga berbagai keluhan masyarakat dapat diminimalisasi,” tegas Tauhid.
Pembukaan MPLS di SMP Negeri 6 Ternate turut dihadiri Penanggung Jawab Pendidikan Karakter Kemendikdasmen RI, Catur Budi Santoso. Kehadiran perwakilan pusat ini dinilai sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan pendidikan di wilayah timur Indonesia. Tauhid menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat.
Pemerintah Kota Ternate berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan melalui pemerataan kualitas layanan dan penyediaan sarana prasarana di seluruh sekolah. SMP Negeri 6 Ternate sendiri mengalokasikan tujuh rombongan belajar (rombel) untuk tahun ajaran 2026/2027, dengan total 337 siswa baru yang diterima melalui sistem daring dan luring.
Setelah MPLS rampung, para siswa akan dibagi ke dalam kelas masing-masing. Astuti berharap rangkaian kegiatan ini mampu menumbuhkan sikap disiplin dan semangat belajar sejak hari pertama di jenjang sekolah menengah pertama.